Kasus HIV di Bantul Didominasi Usia Produktif, Dinkes Gencarkan Edukasi dan VCT Mobile

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat 74 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga akhir Juni 2026. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif 20–29 tahun, dengan sebaran kasus terbanyak di wilayah perbatasan Bantul-Kota Jogja. 

Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan seluruh penderita masih berstatus positif dan menjalani pemantauan serta pendampingan. Pada 2025, dinasnya mencatat 158 kasus baru HIV.

Baca Juga: Lakukan Penelusuran, Puskemas Nanggulan Kulon Progo Sempat Merawat  17 Siswa SMKN 1 Nanggulan dengan Gejala Keracunan 

Untuk menekan penyebaran HIV, dinkes mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya itu diperkuat melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kalurahan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Selain itu, pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV) terus dilakukan bersama LSM guna meningkatkan kepatuhan pengobatan sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi yang masih dialami penderita. "Hingga kini stigma terhadap ODHIV masih menjadi tantangan dalam penanggulangan HIV," kata Agus.

 Baca Juga: Puskesmas Nanggulan Terima Belasan Siswa SMKN 1 Nanggulan Korban Dugaan Keracunan MBG

Ia menjelaskan, pada tahap awal penderita HIV umumnya tidak menunjukkan gejala khusus sehingga infeksi hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penularannya terjadi melalui cairan tubuh tertentu, seperti darah, sperma, dan air susu ibu (ASI).

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bantul Samsu Aryanto mengatakan, tingginya kasus pada kelompok usia produktif dipengaruhi penyalahgunaan akses teknologi informasi. Serta tingginya mobilitas masyarakat yang meningkatkan risiko kontak dengan kelompok berisiko.

Baca Juga: Prediksi Chelsea vs Juventus Persahabatan Pramusim Rabu 5 Agustus 2026, Kick Off 18.30 WIB

Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah penularan HIV. Di antaranya tidak berganti-ganti pasangan seksual, dan menggunakan pengaman saat melakukan hubungan seksual berisiko. Kemudian enghindari penggunaan narkotika suntik secara bergantian, serta tidak menyusui bagi ibu yang terinfeksi HIV demi mencegah penularan kepada bayi. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Human Immunodeficiency Virus (HIV) hiv dinkes bantul usia produktif