BANTUL - Kondisi kesehatan murid Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul menunjukkan perkembangan positif. Setelah menjalani pendidikan berasrama selama sekitar satu tahun, berat badan para siswa rata-rata meningkat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, peningkatan tersebut didukung pola hidup sehat yang diterapkan di sekolah. Seluruh siswa mendapat fasilitas tempat tinggal, seragam, pembinaan karakter, olahraga dan ibadah rutin, pembinaan kesehatan jiwa dan raga, serta makanan bergizi setiap hari.
"Alhamdulillah semuanya sehat, ceria, dan berat badannya rata-rata naik lima kilogram," katanya Minggu (2/8).
Selain mendapatkan asupan makanan bergizi mulai pagi hingga malam, siswa juga dibiasakan meninggalkan kebiasaan yang kurang seha. Seperti begadang dan merokok.
Menurut Sukrisna, perubahan kondisi fisik siswa terlihat sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Saat pertama masuk, sebagian siswa tampak kurang bersemangat. Kini, kondisi mereka jauh lebih sehat dan bugar.
Sukrisna menjelaskan, calon peserta didik Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 hingga 4. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, Dinsos akan melakukan asesmen, termasuk survei langsung ke rumah calon siswa.
Baca Juga: Resmi Diumumkan, Christophe Nduwarugira Reuni dengan Pieter Huistra di PSS Sleman
"Rumahnya kami lihat, kondisi kehidupan sebenarnya seperti apa. Nantinya yang paling membutuhkan akan diprioritaskan," jelasnya.
Saat ini masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) telah dimulai. Sebanyak 39 pelajar asal Bantul tercatat mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kulon Progo.
"Kalau jenjang SD sama SMP, datanya masih berubah," ungkapnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita