Rusak Berat, Lima SMP di Bantul Direvitalisasi: Sembilan Lagi Proses Pengajuan

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:38 WIB
SEPI: Salah satu sekolah yang ada di Bantul. Terdapat lima SMP yang sedang dalam proses revitalisasi. Cintia Yuliani/Radar Jogja
SEPI: Salah satu sekolah yang ada di Bantul. Terdapat lima SMP yang sedang dalam proses revitalisasi. Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul tengah melakukan revitalisasi lima SMP di wilayahnya sejak 20 Mei lalu. Lima sekolah menengah pertama ini dengan rata-rata memiliki kerusakan berat dan dibutuhkan pembangunan ulang.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Bantul Himawan Sulistyo mengatakan, lima SMP tersebut di antaranya SMPN 1 Dlingo, SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, SMP Muhammadiyah Kretek, SMP Santo Bellarminus, dan SMP Pangudi Luhur Sedayu.

"Lima sekolah ini rata-rata karena beberapanya ditemukan kerusakan pada atap plafon, lantai," katanya, Kamis (30/7/2026). 

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Lahan Pasir Pansela Bantul Menurun, DKPP Sebut Panen Raya Berbarangen

Selain lima SMP, instansi ini juga tengah proses pengajuan terhadap sembilan sekolah pada revitalisasi tahap dua. Terdiri dari SMPN 2 Kretek, SMPN 3 Kasihan, SMPN 3 Pandak, SMPN 3 Pleret, SMPN 4 Banguntapan, SMPN 2 sedayu SMPN 1 Pundong, SMP Maarif Imogiri, dan SMP Binajaya.

Kerusakan sembilan sekolah tersebut tidak jauh berbeda dari lima sekolah yang sedang dalam proses revitalisasi. Namun, kebanyakan kerusakannya dalam taraf sedang. Misalnya penambahan ruang kelas yang sudah tidak layak serta penambahan kamar mandi.

"Jadi untuk revitalisasi, sekolah yang mengajukan ke kementerian lewat dapodik," terangnya. 

Baca Juga: Sukses Panen Perdana, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sumur Bor dan Tambah Anggaran Bopda PKBM

Revitalisasi sekolah ini pun menggunakan dana APBN. Sebab, revitalisasi sekolah satu program prioritas pemerintah pusat. Nantinya, dana yang digelontorkan langsung ditransfer ke satuan pendidikan masing-masing.

"Detail anggaran bervariasi ada yang Rp 600 juta bahkan sampai Rp 1 miliar," bebernya.

Di tengah pengerjaan revitalisasi, adapula monitoring dan evaluasi yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang dengan kementerian. Dengan tujuan untuk memaparkan progres dan kendala yang ada di lapangan.

Baca Juga: Sopir Harus Rela Macet Dua Jam di Wilayah Gombong Demi Jalan Mulus

Dia berharap, dengan adanya revitalisasi, pendidikan di Bantul semakin baik dan maju. Sebab jika ketersediaan ruangan dan sarana prasarana lebih lengkap dan memadai, maka murid akan lebih nyaman dan lebih fokus untuk belajar. 

"Nanti harapan kami akademiknya semakin meningkat," harapnya.  (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Proses Pengajuan revitalisasi Bantul SMP rusak berat