Dinkes Bantul Catat Kasus Rubella Alami Kenaikan, Gencarkan Vaksinasi Tekan Penyebaran

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:23 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bantul Samsu Aryanto. Cintia Yuliani/Radar Jogja


 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bantul Samsu Aryanto. Cintia Yuliani/Radar Jogja  

BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat kasus rubella di Bumi Projotamansari tahun ini mengalami kenaikan dibanding 2025. Sebanyak 14 kasus ditemukan tahun lalu, sedangkan tahun ini naik hingga mencapai 35 kasus.

"Memang terjadi kenaikan kasus tapi tidak ada kaitan secara epidemiologi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bantul Samsu Aryanto, Kamis (30/7/2026). 

Dengan demikian, dinkes menggencarkan vaksin rubella untuk menekan penyebaran dengan menyasar 8.410 anak usia bayi, 9.418 baduta, dan 12.710 anak BIAS. Imunisasi ini diberikan pada usia sembilan bulan, 18 bulan, dan usia sekolah dasar.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Lahan Pasir Pansela Bantul Menurun, DKPP Sebut Panen Raya Berbarangen

Dengan pendistribusian vaksin pada tahap satu di puskesmas sebelum pelaksanaan BIAS pada Agustus. Distribusi vaksin BIAS ini dilakukan secara bertahap. 

"Untuk tahap satu sudah didistribusikan, tahap dua pada bulan November," bebernya.

Samsu mengatakan, seseorang bisa terkena rubella karena belum adanya kekebalan yang optimal pada anak, melakukan kontak erat dengan penderita, serta daya tahan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Sukses Panen Perdana, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sumur Bor dan Tambah Anggaran Bopda PKBM

Vaksin rubella ini bertujuan mencegah ibu hamil tertular virus yang dapat berdampak fatal pada janin. Mencegah sindrom rubella. Menghindari risiko bayi lahir dengan kelainan jantung, gangguan pendengaran, atau katarak bawaan. Serta mengurangi penyebaran virus secara luas di dalam lingkungan masyarakat.

"Kebanyakan yang terkena rubella itu balita, jadi kalau ada ciri-ciri demam dan ruam makulopapular segera periksakan," ajaknya.

Dia mengimbau kepada warga Bantul agar tidak terkena rubella dengan cara lakukan imunisasi secara lengkap dengan memberikan vaksin Measles Rubella (MR) sesuai jadwal usia anak sembilan bulan, 18 bulan, dan saat kelas satu SD.

"Terapkan-lah perilaku hidup bersih dan sehat, sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, makan makanan bergizi,"imbaunya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
dinkes bantul rubella Gencarkan Vaksinasi