BANTUL - Petani bawang merah di lahan pasir Pansela Bantul mulai panen raya. Namun, harga jual di tingkat petani turun hingga Rp 13 ribu–Rp 15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daerah. Keuntungan petani pun ikut menyusut.
Petani bawang merah lahan pasir di pansela Bantul Andika Nur Cholis, 34 mengatakan, panen raya kali ini berbeda dibanding dengan pertengahan Mei lalu. Sebab, harga bawang merah bisa mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Sehingga saat itu keuntungan lebih banyak daripada panen raya saat ini.
"Kami panen sejak satu minggu terakhir ini, hasil panennya juga bagus, tapi harganya turun," katanya Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Sukses Panen Perdana, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sumur Bor dan Tambah Anggaran Bopda PKBM
Dia menjelaskan, penurunan harga disebabkan karena panen raya bebarengan dengan panen raya bawang merah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Praktis pasokan bawang merah di pasar melimpah.
"Ya akhirnya hukum ekonomi berjalan, pasokan melimpah akhirnya harga turun," ujarnya.
Kendati demikian, meskipun adanya penurunan harga, petani-petani di lahan pasir pansela Bantul belum mengalami kerugian. Namun, keuntungannya yang berkurang.
"Terkadang impas hanya bisa menutupi modal saja," jelasnya. Sebab, selain bibit dan perawatan, penyiraman bawang merah juga menekan biaya yang cukup tinggi.
Baca Juga: Sopir Harus Rela Macet Dua Jam di Wilayah Gombong Demi Jalan Mulus
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, kebanyakan pada pertengahan Agustus panen raya bawang merah di Bantul dimulai. Namun memang saat ini telah ada petani bawang merah yang berada di lahan pasir mulai panen.
"Sayangnya memang harganya hanya dikisaran Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogramnya," tuturnya.
Senada, hal ini disebabkan karena banyak wilayah di luar DIY sedang musim panen bawang merah. Contohnya di Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Itu yang menyebabkan harga bawang merah merosot tajam," tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita