Regenerasi Kurang, 24 Desa Wisata di Kabupaten Bantul Dinyatakan Mati Suri

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 21:30 WIB
POTENSI DAERAH: Desa Wisata Krebet menjadi salah satu desa wisata yang masih aktif di Kabupaten Bantul. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
POTENSI DAERAH: Desa Wisata Krebet menjadi salah satu desa wisata yang masih aktif di Kabupaten Bantul. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Sebanyak 24 dari 54 desa wisata di Kabupaten Bantul kini berstatus mati suri. Sementara empat desa wisata lainnya dinyatakan mati atau tidak lagi aktif. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi minimnya regenerasi pengurus yang mengelola desa wisata.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, puluhan desa wisata yang mengalami mati suri tersebar di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung (TTSA), Karangtengah, Manding, Mangrove, Mangir, Laguna Depok, Pucungrejo, Panggungharjo, Imogiri, hingga Pandansari.

"Sedangkan empat desa wisata yang mati yaitu Trimulyo, Goa Gajah, Goa Selarong, dan Dewi Sri," katanya Rabu (29/7).

Baca Juga: Cara Yusaku Yamadera Bangun Chemistry Pemain dengan Berbagai Wajah Baru di PSIM, Dari Makan Bersama Hingga Main Tenis

Ulu-Ulu Kalurahan Trimulyo Wikan Werdo Kisworo mengatakan, sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada 2011, pengembangannya kini terhenti akibat sejumlah kendala. Keterbatasan anggaran membuat pengembangan desa wisata tidak berjalan maksimal. Selain itu, minimnya objek wisata menarik serta kendala kepemilikan lahan yang sebagian besar milik warga juga menjadi hambatan.

"Sumber daya manusia yang kurang aktif, kurang promosi, regenerasinya kurang," katanya.

Padahal, Trimulyo memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan. Seperti batik nitik, susur sungai, kebudayaan melalui kirab budaya, serta destinasi Bukit Permoni, Taman Pelangi Bogem, dan Watu Ngelak.

"Padahal dulu Trimulyo termasuk pionir desa wisata di Bantul," kenangnya.

Baca Juga: Atasi Kesenjangan Pembangunan, Pemkab Kulon Progo Fokuskan Dana Inpres Jalan Daerah ke Wilayah Utara

Sementara Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Dispar Kabupaten Bantul Karman mengatakan, persoalan sumber daya manusia menjadi kendala utama yang dialami sebagian besar desa wisata mati maupun mati suri. "Biasanya ada yang sudah kerja, menikah, atau punya kegiatan lain yang tidak bisa disambi," tuturnya.

Dinasnya pun terus melakukan komunikasi dengan pengelola desa wisata yang masih aktif. Sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Berbagai program juga disiapkan untuk mendorong kebangkitan desa wisata, salah satunya melalui pelatihan kelembagaan. "Bekerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain misal perguruan tinggi dan lainnya," pungkasnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dispar Kabupaten Bantul regenerasi kabupaten bantul mati suri desa wisata