BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Warga juga diminta memastikan air yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan layak minum untuk mencegah munculnya penyakit.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan sumber air yang berpotensi tercemar. Apabila di suatu wilayah tidak tersedia sumber air bersih, warga disarankan memanfaatkan air minum dalam kemasan atau air bersih hasil droping.
"Jadi kalau sumber-sumber yang relatif sudah tercemar, jangan digunakan," katanya saat ditemui di sela kegiatannya Rabu (29/7).
Baca Juga: Klaim Pengembangan Pemain Muda Kedepankan Integritas, Liana Tasno: Tidak Ada Jual Slot di EPA PSIM
Menurut Agus, air yang telah tercemar berisiko mengandung kuman dan bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit apabila dikonsumsi. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan sumber air tercemar maupun gangguan kesehatan akibat konsumsi air tidak layak di Bantul.
"Karena distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan sudah berjalan dengan baik," katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih atau setara 62 tangki ke wilayah terdampak kekeringan. Bantuan tersebut berasal dari BPBD sebanyak 16 tangki, PMI 19 tangki, Tagana 13 tangki, serta 14 tangki dari donasi berbagai pihak.
Baca Juga: Penjual Bendera Musiman Rampas Hak Pejalan Kaki, Siap-siap Ditertibkan Satpol PP Kota Jogja
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, distribusi air bersih telah menjangkau 2.619 jiwa di Kapanewon Pajangan, Dlingo, Piyungan, Pundong, dan Imogiri. "Paling banyak di Pajangan sebanyak 97 ribu liter air dari 19 tangki untuk 320 jiwa," katanya.
Dia pun mengimbau agar masyarakat memprioritaskan air hasil droping untuk kebutuhan pokok, terutama air minum, serta menghemat penggunaan air untuk keperluan lain. "Kami ingin masyarakat memanfaatkan air untuk kebutuhan pokok, terutama minum," tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita