Saat membacakan sambutan Menteri Koperasi, Halim mengatakan koperasi harus mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
"Di tengah berbagai tantangan, koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat," katanya.
Baca Juga: Usai Putusan Praperadilan, Kuasa Hukum Langsung Proses Pembebasan Raudi Akmal dari Tahanan
Menurutnya, setiap anggota koperasi memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Keberhasilan koperasi juga tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi dari sejauh mana koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.
Ia menyebut semangat tersebut kini diperkuat melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen utama pembangunan ekonomi kerakyatan.
"Melalui KDKMP, pemerintah mendorong lahirnya lebih dari 80 ribu koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, lebih dari 80 ribu KDKMP telah terbentuk dan sekitar 1.061 koperasi di antaranya mulai beroperasi sebagai tahap awal implementasi program. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, memangkas rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan pemasaran produk lokal, serta menghadirkan layanan ekonomi yang lebih mudah dijangkau.
Selain itu, pemerintah juga mendorong terbentuknya koperasi sektor produksi untuk memperkuat industrialisasi berbasis masyarakat.
"Pemerintah tengah mendorong lahirnya koperasi-koperasi sektor produksi yang menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat,” kata dia.
Halim menambahkan, di tengah dinamika ekonomi global, koperasi dituntut semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Menurutnya, kekuatan koperasi tetap bertumpu pada kepercayaan, partisipasi aktif anggota, serta semangat gotong royong.
Baca Juga: Diskominfo Lakukan Investigasi Usai Videotron Melawi Tampilkan Tayangan Tak Pantas
Pemerintah, lanjutnya, juga terus menyempurnakan kebijakan dan regulasi agar koperasi semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, dan kebutuhan masyarakat.
"Mari, kita bangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ajaknya.
Di akhir sambutannya, Halim mengingatkan kembali pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yang memandang koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi wadah usaha bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan berlandaskan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan.
"Bahkan, bagi Bung Hatta, koperasi adalah pengejawantahan demokrasi ekonomi," pungkasnya. (cin)