BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai mematangkan persiapan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Bantul 2026 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Sebanyak 72 siswa-siswi terpilih mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri sebagai petugas pengibar bendera pada upacara 17 Agustus 2026.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul Deni Ngajis Hartono mengatakan, pemusatan pelatihan telah dimulai sejak 18 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026 di Lapangan Trirenggo.
"Pelatihan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.30," ujarnya.
Baca Juga: Diskominfo Lakukan Investigasi Usai Videotron Melawi Tampilkan Tayangan Tak Pantas
Menurut Deni, pelatihan melibatkan unsur TNI, Polri, serta Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Bantul sebagai instruktur. Selama masa pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan fisik dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga pendidikan karakter serta penguatan jiwa kepemimpinan.
"Pesan kami kepada seluruh peserta, jaga kondisi kesehatan, tetap semangat, dan ikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan ikhlas," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mengatakan, pembinaan calon Paskibra juga dilakukan hingga tingkat kapanewon. Menurutnya, seluruh 17 kapanewon di Bantul turut melaksanakan pelatihan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda.
Baca Juga: Dari Simpati ke Perdebatan, Kasus Pencuri Ayam di Bali Buktikan Opini Netizen Bisa Berbalik Arah
Ia menjelaskan, pembinaan di tingkat kapanewon melibatkan berbagai unsur, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pendamping dari Kementerian Sosial. Salah satu kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMA Jetis dengan fokus membangun kedisiplinan, karakter, serta memperkuat wawasan kebangsaan peserta.
"Dalam waktu sekitar satu bulan mereka dibekali dasar-dasar kedisiplinan, kekompakan, wawasan kebangsaan, hingga rasa persaudaraan," jelasnya.
Jumakir menilai, anggota Paskibra merupakan generasi muda pilihan yang diharapkan mampu menjadi calon pemimpin masa depan Kabupaten Bantul. Karena itu, pembinaan yang diberikan tidak hanya bertujuan mempersiapkan mereka sebagai petugas upacara, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.
"Ini menjadi bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas," katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita