BANTUL - Kebakaran melanda kawasan perbukitan di dua kalurahan di Kapanewon Imogiri, Bantul Minggu (27/7). Sedikitnya delapan hektare lahan terbakar di Kalurahan Selopamioro dan Wukirsari. Api muncul di delapan titik dan menghanguskan vegetasi kering.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 15.00 di perbukitan Padukuhan Putat, Kalurahan Selopamioro. Sekitar satu jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di kawasan perbukitan Kalurahan Wukirsari.
"Petugas melakukan pemadaman secara manual karena sebagian lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran," ujarnya Senin (27/7).
Di Selopamioro, lanjutnya, lahan yang terbakar mencapai sekitar lima hektare dan seluruhnya merupakan Sultanaat Grond. Terdapat enam titik api, yakni empat titik di sebelah barat akses masuk Padukuhan Bango dan dua titik di Padukuhan Putat.
Peristiwa itu pertama kali diketahui dua warga yang sedang berada di kawasan perbukitan. Mereka melihat kepulan asap disertai kobaran api dari jarak sekitar satu kilometer. Kemudian melaporkannya kepada Damkar Imogiri, Damkar Pundong, dan warga setempat untuk dilakukan pemadaman.
Tak lama berselang, kebakaran juga terjadi di kawasan perbukitan Kalurahan Wukirsari. Api membakar sekitar tiga hektare lahan di Padukuhan Karangasem RT 06 dan Padukuhan Nogosari RT 04. Lahan yang terbakar merupakan Sultanaat Grond dan tanah milik warga.
Menurut Rita, kondisi lahan yang dipenuhi ranting, dedaunan kering, serta vegetasi berupa pohon jati dan bambu membuat api cepat merambat. Meski demikian, lokasi kebakaran yang jauh dari permukiman membuat tidak ada rumah warga yang terdampak.
Api berhasil dipadamkan pada Minggu malam. Namun, di kawasan Selopamioro petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan karena masih terdapat beberapa titik api yang belum padam sepenuhnya.
"Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Kristanto Kurniawan mengungkapkan, pada hari yang sama kebakaran lahan juga terjadi di Srimulyo dan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, serta di Kapanewon Bambanglipuro. Berdasarkan hasil penanganan, sebagian kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah dedaunan kering yang kemudian merambat ke lahan warga.
Menanggapi maraknya kebakaran saat musim kemarau, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka.
"Saat musim kemarau, lahan sangat mudah terbakar. Misalnya karena puntung rokok atau pembakaran yang ditinggalkan begitu saja," ujarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita