BANTUL - Peran penyuluh Keluarga Berencana (KB) kini tidak lagi terbatas pada pengendalian kelahiran dan penggunaan alat kontrasepsi. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan penyuluh KB harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi.
"Penyuluh KB dapat merencanakan sebuah kehidupan keluarga yang memungkinkan seluruh anggotanya hidup lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih harmonis," ujar Halim saat ditemui di Pendapa Parasamya II Kompleks Manding Senin (27/7).
Menurut Halim, keharmonisan keluarga merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Bukan hanya ayah dan ibu, tetapi juga anak-anak. Karena itu, penyuluh KB memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi tentang cara membangun hubungan yang sehat dan harmonis di dalam keluarga.
"Tugas penyuluh KB memberikan transformasi pengetahuan tentang bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis dan sehat antaranggota keluarga," bebernya.
Ia mengakui, tugas tersebut tidak mudah. Sebab, banyak persoalan sosial yang melibatkan anak berawal dari kondisi keluarga yang tidak harmonis.
Baca Juga: Sempat Dikabarkan Berada di Semarang, Buronan Curat Behasil Dibekuk Polisi
Menurut Halim, anak telantar maupun anak yang menunjukkan perilaku menyimpang kerap berasal dari keluarga yang mengalami konflik atau bahkan perceraian. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak berlaku untuk semua keluarga yang mengalami perpecahan.
Karena itu, Halim berharap penyuluh KB terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik. "Fungsi penyuluh KB tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kontrasepsi, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak," tegasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita