325 Sapi di Bantul Terpapar PMK, DKPP Genjot Vaksinasi 27.500 Dosis hingga Akhir Tahun

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:45 WIB
PENCEGAHAN: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menargetkan penyuntikan 27.500 dosis vaksin PMK hingga akhir tahun. Menyasar sapi, domba, kambing, hingga kerbau. (CINTIA YULIANI/RADAR JOGJA)
PENCEGAHAN: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menargetkan penyuntikan 27.500 dosis vaksin PMK hingga akhir tahun. Menyasar sapi, domba, kambing, hingga kerbau. (CINTIA YULIANI/RADAR JOGJA)

BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 325 ekor sapi, 55 ekor domba, dan empat ekor kambing terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, DKPP menggencarkan vaksinasi dengan menargetkan penyuntikan 27.500 dosis vaksin PMK hingga akhir tahun.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bantul Novriyeni mengatakan, dari total 325 sapi yang terpapar PMK, sebanyak 295 ekor telah dinyatakan sembuh, delapan ekor mati, sedangkan sisanya masih dalam proses penanganan. Untuk domba, sebanyak 47 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih menjalani pemantauan. "Kambing ada empat ekor yang terkena PMK, semuanya sembuh," katanya Minggu (26/7).

Baca Juga: Unik, PDI Perjuangan Kota Jogja Selenggarakan Simulasi Bencana dan Penanaman Pohon di Momen Pelantikan Pengurus: Ini Alasannya!

Sebagai langkah pengendalian, hingga akhir Juli DKPP telah menyuntikkan 11.500 dosis vaksin PMK kepada ternak di 17 kapanewon. Vaksinasi tersebut menyasar 4.322 ekor sapi, 1.988 ekor kambing, 5.817 ekor domba, dan dua ekor kerbau.

Secara keseluruhan, DKPP menargetkan penyaluran 27.500 dosis vaksin PMK dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Novriyeni menjelaskan, kebutuhan dosis vaksin disesuaikan dengan jenis ternak. "Vaksinasi PMK untuk domba dan kambing hanya setengah dosis PMK, sedangkan sapi dan kerbau satu dosis vaksin," bebernya.

Selain memperluas cakupan vaksinasi, DKPP juga mengimbau para peternak menerapkan biosekuriti secara ketat. Upaya tersebut meliputi menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi kandang beserta peralatan, serta membatasi potensi penularan melalui lalu lintas ternak.

Baca Juga: Waspada, Kawasan Bentang Alam Karst Gunungkidul Berpotensi Paling Rawan Kekeringan: Ini Wilayahnya!

Sementara itu, Ketua Kelompok Kandang Ternak 45 Depok, Kalurahan Parangtritis Awal Maryadi mengatakan, kelompoknya baru saja menerima vaksinasi PMK tahap kedua dari DKPP Bantul. Sebelumnya, vaksinasi pertama telah dilakukan pada Januari lalu. "Ada 50 ekor sapi yang divaksinasi," tuturnya.

Menurut Awal, bantuan vaksinasi sangat membantu peternak mengingat pengalaman wabah PMK pada 2023 yang mengakibatkan hampir 80 persen sapi di kandangnya terpapar penyakit tersebut. Bahkan, sejumlah sapi mati akibat PMK. Karena itu, kelompoknya rutin mengajukan permohonan vaksinasi kepada DKPP Bantul agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ada 70 ekor sapi di kelompok kami, tapi tidak semua mendapatkan vaksinasi PMK secara gratis," katanya.

Ia menjelaskan, sebagian sapi belum menerima vaksin karena pemilik ternak tidak berada di rumah saat jadwal vaksinasi atau usia sapi masih terlalu muda. Meski demikian, kelompok ternaknya tetap menerapkan berbagai langkah pencegahan. Seperti menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan disinfektan, memberikan tambahan nutrisi, serta mengawasi pergerakan keluar masuk ternak. “Karena salah satu penyebab PMK, mobilitas ternaknya," ungkapnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul DKPP Kabupaten Bantul PMK Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) vaksinasi