BANTUL – Jogja Expo Center (JEC) dipenuhi ribuan pecinta skuter dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara pada Sabtu (25/7/2026). Pembukaan Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 berlangsung semarak dengan atraksi pasukan Bregodo Lombok Ijo, deretan motor skuter modifikasi, serta antusiasme komunitas yang memadati arena pameran.
Gelaran perdana Jogja Scooter Parade ini menjadi ajang berkumpulnya para skuteris, builder, kolektor, pemilik, hingga pelaku industri kreatif otomotif. Ratusan skuter dengan berbagai konsep modifikasi dipamerkan di area JEC, menarik perhatian pengunjung yang datang untuk menikmati karya-karya kreatif para pecinta skuter.
Penanggung jawab Jogja Scooter Parade 2026, Cahyo Wijoyono, mengatakan JSP hadir bukan sekadar sebagai ajang otomotif, tetapi juga ruang pertemuan seluruh elemen komunitas skuter.
"Jogja Scooter Parade menjadi ruang pertemuan para skuteris, builder, pemilik, penghobi, hingga pelaku industri kreatif. Skuter bukan hanya kendaraan, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya, kreativitas, dan kebudayaan," ujarnya.
Baca Juga: CAS Umumkan Sidang Banding Senegal atas Pencabutan Gelar Piala Afrika Digelar pada Bulan Oktober
Menurut Cahyo, penyelenggaraan JSP diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi industri kreatif Yogyakarta sekaligus memperkenalkan potensi otomotif DIY kepada Indonesia bahkan dunia.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama acara berlangsung agar JSP menjadi contoh penyelenggaraan event otomotif yang berkualitas.
"Kami berharap Jogja Scooter Parade bisa digelar setiap tahun dan menjadi kalender otomotif resmi di Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua Kadin DIY Robby Kusuma Harta. Ia menilai penyelenggaraan JSP memberikan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi komunitas otomotif tetapi juga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Gerbang DIY yang Baru Ternyata Bersebelahan dengan YIA, Makna di Balik Desain Cahaya Pradipta
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri, termasuk perwakilan dari SIP Germany, menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal.
"Event seperti ini memberi kesempatan UMKM meningkatkan pendapatan. Tingkat keterisian hotel di DIY juga meningkat karena adanya Jogja Scooter Parade," ujarnya.
Robby menambahkan, kegiatan tersebut juga membuka peluang lahirnya lapangan kerja baru di sektor otomotif, khususnya industri pendukung skuter.
Ia berharap kreativitas masyarakat Yogyakarta terus berkembang sehingga semakin banyak kegiatan serupa yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Harian IMI DIY Aziz Yurianto menegaskan bahwa nilai utama dari komunitas skuter bukan sekadar kendaraan yang digunakan, melainkan semangat persaudaraan.
"Salam mesin kanan, salam satu aspal, kita saudara. Yang membuat kagum bukan motornya, bukan mereknya, bukan tahun pembuatannya, tetapi persaudaraan di antara para skuteris," katanya.
Menurut Aziz, Jogja Scooter Parade menjadi bukti perkembangan dunia otomotif di Yogyakarta semakin maju. Berbagai karya modifikasi menunjukkan kreativitas tinggi sehingga skuter mampu tampil unik, artistik, dan memiliki nilai lebih.
Ia berharap JSP benar-benar menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga: RB Leipzig Tolak Tawaran Rp 2 Triliun Real Madrid untuk Yan Diomande
Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengatakan Pemerintah Daerah DIY mengapresiasi penyelenggaraan Jogja Scooter Parade yang untuk pertama kalinya digelar pada 2026.
Ia menyebut ribuan peserta hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan skuteris diyakini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.
"Pemda DIY berkomitmen menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang menarik untuk penyelenggaraan event otomotif nasional maupun dunia," ujarnya.
Ke depan, pihaknya menargetkan jumlah peserta terus meningkat hingga mencapai puluhan ribu orang, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat Yogyakarta juga semakin besar.
Baca Juga: Kebaya Janggan, Ciri Khas Kebaya Yogyakarta yang Perlu Diketahui di Hari Kebaya Nasional
Melalui semangat persaudaraan, kreativitas, dan kolaborasi, Jogja Scooter Parade 2026 diharapkan menjadi tonggak baru lahirnya agenda otomotif berskala internasional yang mampu memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata sekaligus pusat industri kreatif otomotif di Indonesia. (iwa)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja