Viral di Media Sosial! Puluhan Debt Collector Diduga Rusak Rumah Warga di Bantul, Polisi Turun Tangan Selidiki Kasus

Penulis Konten Radar Jogja • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi debt collector datangi rumah warga
Ilustrasi debt collector datangi rumah warga

BANTUL – Aksi yang diduga dilakukan puluhan oknum debt collector (DC) berujung kericuhan di Dusun Jeblog RT 03, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Sebuah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah didatangi sekelompok orang yang diduga hendak melakukan penagihan terkait tunggakan kredit kendaraan.

Seperti yang diunggah akun Instagram @jogja_admin peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026) malam hingga Rabu (22/7/2026) dini hari. Aparat kepolisian kini telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan laporan yang ditulis akun tersebut, rangkaian peristiwa bermula dari upaya penarikan sebuah mobil Toyota Rush yang masih dalam status kredit, terhadap saksi sekaligus penghuni rumah, Yusuf Wahyudi (37).

Berawal dari Penarikan Mobil di Gamping

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya Sebabkan Harimau Kurus Kering

Dari laporan dijelaskan pada Selasa siang, sekelompok orang yang diduga debt collector mendatangi rumah kakak perempuan Yusuf, di wilayah Gamping, Sleman, untuk menarik kendaraan tersebut.

Saat itu, akaknya menghubunginya setelah mengaku mendapat tekanan saat proses penagihan berlangsung.

Pihak keluarga mengklaim telah membayar uang muka sebesar Rp50 juta serta mengangsur kendaraan sebanyak 15 kali. Mereka juga berencana menyelesaikan persoalan administrasi kredit pada hari berikutnya.

Untuk menghindari penarikan di lokasi, mobil tersebut kemudian dipindahkan sementara oleh salah satu kerabat ke wilayah Godean.

Usai kejadian di Gamping, Yusuf kembali ke rumahnya di Dusun Jeblog, Kasihan, Bantul.

Namun, sekitar setelah waktu Magrib, lima orang yang diduga berasal dari kelompok debt collector kembali mendatangi rumah Yusuf.

Di lokasi tersebut, kedua belah pihak sempat melakukan pembicaraan terkait tunggakan kredit yang disebut telah berjalan sekitar delapan bulan.

Yusuf mengaku berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur musyawarah.

Situasi berubah sekitar pukul 22.30 WIB. Yusuf mengaku salah seorang dari rombongan tiba-tiba menuduh dirinya menyembunyikan kendaraan yang menjadi objek penarikan.

Ia juga mengklaim mendapat ancaman dari orang tersebut yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga: Meningkatnya Temuan HIV di Sidoarjo Jadi Pengingat Pentingnya Deteksi Dini

Merasa keselamatannya terancam, Yusuf memilih masuk ke dalam rumah.

Akibat insiden itu, ibu Yusuf dilaporkan mengalami syok hingga pingsan, sementara anak perempuannya menangis histeris karena ketakutan.

Rumah Dilaporkan Mengalami Kerusakan

Yusuf kemudian membawa anaknya keluar rumah melalui bagian belakang untuk menghindari situasi yang semakin memanas.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang datang bertambah menjadi puluhan dengan menggunakan sepeda motor dan beberapa mobil.

Ia menyebut terdengar suara lemparan batu yang mengenai rumah hingga mengakibatkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.

Dua lemari kaca dan sebuah etalase dilaporkan pecah akibat kejadian tersebut.

Kericuhan baru mereda sekitar pukul 02.00 WIB setelah warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Peristiwa tersebut telah ditangani aparat kepolisian.

Baca Juga: FOMO dan Qanaah: Belajar Merasa Cukup di Tengah Gaya Hidup Serba Viral

Personel dari Polsek Kasihan, Polres Bantul, hingga Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda DIY telah mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah terduga pelaku maupun perkembangan proses hukum atas kasus tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.

Editor : Bahana.
bantu; debt collector ancam warga rumah warga debt collector