Empat Kapanewon Mulai Alami Kekeringan, BPBD Kabupaten Bantul Salurkan 190 Ribu Liter Air Bersih

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:45 WIB
Petugas sedang melakukan droping air di Kapanewon Dlingo. (Dokumentasi BPBD Kabupaten Bantul)
Petugas sedang melakukan droping air di Kapanewon Dlingo. (Dokumentasi BPBD Kabupaten Bantul)

BANTUL - Empat kapanewon di Kabupaten Bantul mulai mengalami dampak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat wilayah Dlingo, Pajangan, Piyungan, dan Imogiri membutuhkan pasokan air bersih karena sejumlah sumber air mulai berkurang.

Hingga Jumat (17/7), BPBD Kabupaten Bantul telah menyalurkan sekitar 190 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, kondisi kekeringan saat ini masih dalam tahap awal. Di Kapanewon Dlingo, misalnya, pihaknya menemukan adanya penurunan permukaan air pada sejumlah sumur bor milik warga.

Baca Juga: Harga Logam Melambung! Begini Cara Perajin Gamelan Tradisional di Gunungkidul Bertahan di Tengah Tingginya Biaya Produksi

"Di Dlingo, kami melakukan pengecekan dan mendapati permukaan air sumur bor mulai mengalami penurunan," ujar Mujahid Minggu (19/7).

BPBD Bantul juga berdiskusi dengan masyarakat untuk mencari sumber mata air alternatif, terutama di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Distribusi air bersih dilakukan menggunakan tangki berkapasitas 10.000 liter dan 5.000 liter. BPBD Bantul telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober atau November sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain menggunakan anggaran pemerintah, penanganan kekeringan juga didukung melalui penggalangan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta donasi masyarakat.

Baca Juga: Wisatawan Yang Berkunjung ke DIY Tembus 3 Juta Kunjungan, Ini Tempat Wisata Yang Banyak Diminati

Mujahid mengimbau warga agar menggunakan air bantuan secara bijak, terutama untuk kebutuhan utama seperti minum dan memasak. Sementara penggunaan untuk kebutuhan lain, seperti mencuci dan mandi, diminta dilakukan secara hemat. "Prioritaskan air untuk kebutuhan pokok, terutama air minum," katanya.

Selain ancaman kekurangan air, BPBD Bantul juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar.

Warga diminta tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Perokok juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp 20 juta untuk kebutuhan distribusi air bersih. "Anggaran tersebut diperkirakan cukup untuk mendukung distribusi sekitar 400 tangki air," jelasnya. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
bpbd kabupaten bantul Kekeringan kapanewon musim kemarau air bersih