BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memindahkan rute jip yang melewati zona inti Gumuk Pasir Parangtritis ke zona penyangga mulai Senin (20/7). Penataan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian zona inti gumuk pasir.
Pengelola jasa jip di Gumuk Pasir Parangtritis Rahmad Asad Sodikhin mengatakan, rute jip yang baru, akan dimulai dari basecamp jip masing-masing pengelola.
Dari basecamp, jip akan melintasi jalan aspal ke arah barat. Setelah sampai di depan Pantai Tall Wolu, jip berbelok ke kanan atau ke arah utara untuk masuk di pinggir zona inti gumuk pasir sampai ke jalur jalan lintas selatan (JJLS).
Lalu jip akan kembali melalui jalan aspal yang sebelumnya dilewati, selanjutnya jip akan menuju kawasan Pantai Widuri hingga Pantai Parangtritis.
Baca Juga: FIFA Lakukan Investigasi setelah Pemain Argentina Mengibarkan Spanduk Kepulauan Falkland
"Dulu dari bascampe langsung masuk ke gumuk pasir, dari gumuk pasir keluarnya depan Pantai Tall Wolu langsung lewat Pantai Cemara Sewu," jelasnya Jumat (17/7).
Namun, saat ini yang masih dapat dilewati hanya kawasan Pantai Widuri hingga Pantai Parangtritis. Sementara Pantai Cemara Sewu hingga Pelangi tidak lagi dapat dilewati karena termasuk zona inti.
"Istilahnya anginnya lewat situ (Pantai Cemara Sewu hingga Pelangi, Red) berembusnya ke utara," jelasnya.
Menurutnya, perubahan rute jip tersebut dapat memengaruhi daya tarik wisatawan yang ingin menjajal wisata jip di Gumuk Pasir Parangtritis. Sebab, sebagian besar wisatawan lebih menyukai jalur yang melewati hamparan pasir di zona inti. Gundukan pasir yang luas juga menjadi daya tarik untuk mengabadikan momen.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Janji Awasi Penanganan Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah,
"Wisatawan lebih suka rute yang menantang di zona inti, itu ikonnya kita sebenarnya," katanya.
Meski demikian, dia tetap mendukung adanya restorasi atau penataan zona inti Gumuk Pasir Parangtritis. Sebab, penataan tersebut dilakukan demi menjaga kelestariannya.
"Penting kita coba pakai jalur itu dulu (jalur yang baru, Red)," katanya.
Jika jalur baru di zona penyangga dinilai kurang menarik wisatawan, pihaknya akan mencoba rute lain yang lebih menarik dengan tetap melalui izin dari pemangku kepentingan terkait.
"Istilahnya babat alas lagi," tuturnya.
Salah satu ide sementara adalah melewati Pantai Karang Mekas dan Pantai Parang Endog yang tidak masuk dalam zona inti. Kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri berupa tebing. Selain itu, pihaknya akan terus mengaktifkan media sosial sebagai sarana promosi.
Perubahan rute jip ini, kata dia, juga berdampak pada durasi perjalanan yang menjadi lebih lama. Jika sebelumnya rute terpanjang berdurasi satu jam, rute baru ini diperkirakan dapat mencapai 1,5 jam.
Dia pun memperkirakan tarif jasa jip yang sebelumnya berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu kemungkinan akan mengalami kenaikan.
"Karena rute lebih panjang, kayanya naik," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Ganis Pratomo Wibowo mengatakan, pemindahan rute jip di Gumuk Pasir Parangtritis ke zona penyangga telah melalui hasil kesepakatan lintas stakeholer terkait yakni dinas-dinas terkait, pengelola jip, dan izin dari keraton.
Baca Juga: FIFA Tunjuk Slavko Vincic untuk Pimpin Laga Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
"Sementara pindah ke zona penyangga sembari proses penataan kembali gumuk pasir," katanya.
Dia pun berharap proses restorasi gumuk pasir bisa terlaksana dengan baik. Diharapkan juga wisatawan dapat menikmati keindahan alam di area pantai selatan Bantul.
"Diharapkan penghasilan pengelola tidak turun dari rute sebelumnya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan penumpang," pungkasnya. (cin)
Editor : Bahana.