Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah di Bantul Kekurangan Murid, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta Klaim Dampak Kesadaran Program KB Meningkat

Cintia Yuliani • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:44 WIB
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta. Cintia Yuliani/Radar Jogja



 
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta. Cintia Yuliani/Radar Jogja  

BANTUL - Wakil Bupati (Wabup) Bantul Aris Suharyanta menanggapi adanya sejumlah sekolah di Bantul yang mengalami kekurangan peserta didik. Bahkan, beberapa sekolah hanya memperoleh lima hingga nol murid dalam penerimaan peserta didik baru.

Kondisi tersebut diklaim karena dipengaruhi peningkatan kesadaran warga dalam menjalankan program keluarga berencana (KB).

"Dua anak cukup, bahkan tren sekarang anak muda menunda perkawinan, menunda punya anak," katanya saat ditemui di Kantor Kapanewon Banguntapan, Kamis (16/7/2026).

Aris menilai, berkurangnya jumlah murid di sejumlah sekolah di Bantul bukan merupakan persoalan besar. Sebab, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan masyarakat dalam membiayai pendidikan anak-anaknya.

Baca Juga: Tujuh SD di Kulon Progo Tidak Dapat Murid Baru, Meliputi Empat Sekolah Negeri dan Tiga Swasta; Buntut Keberhasilan Program KB?

Selain itu, jumlah sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik juga masih terbatas dan belum terjadi secara menyeluruh.

Pihaknya tetap memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan murid. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong para dukuh di Bantul untuk mengajak dan mengimbau masyarakat agar tetap menyekolahkan anak-anaknya, mengingat pendidikan menjadi hal penting bagi masa depan generasi muda.

"Jika ada kendala apakah itu kemiskinan, apakah kesehatan pasti (dari kalurahan setempat, Red) lapor ke pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Sugiyantoro Kembali Didapuk Membuat Boneka Bekakak di Gamping Sleman; Jalankan Tugas sejak 1991, Berharap Ada Regenerasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat 12 sekolah dasar (SD) yang mengalami kekurangan murid.

Jumlah tersebut terdiri dari enam SD swasta dan enam SD negeri yang hanya mendapatkan peserta didik antara nol hingga lima siswa.

Selain jenjang SD, persoalan serupa juga terjadi pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Tercatat terdapat 10 SMP swasta yang mengalami kekurangan murid dengan jumlah penerimaan yang sangat rendah.

"Ada SMP swasta yang mendapatkan nol, satu, tiga, empat, lima murid," bebernya.

Baca Juga: Peminat Terus Meningkat, Pembangunan Jogging Track Dilanjut hingga Lapangan Denggung: Target Rampung Akhir Tahun

Nugroho menjelaskan, kondisi jumlah peserta didik tersebut juga berkaitan dengan ketentuan dalam Permendikbud Nomor 47 Tahun 2023 mengenai jumlah maksimal peserta didik dalam satu rombongan belajar (rombel). Dalam aturan tersebut, jumlah maksimal murid dalam satu rombel SD adalah 28 siswa, sedangkan SMP maksimal 32 siswa.

Hingga saat ini, instansi ini masih melakukan kajian untuk mengetahui penyebab utama terjadinya kekurangan murid di sejumlah sekolah.

Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang tepat agar permasalahan dapat ditangani secara efektif.

Baca Juga: Seniman Jessica Soekidi Angkat Umbi Jadi Simbol Keberlanjutan Generasi pada Karyanya di ARTJOG 2026, Ini Maksudnya!

Terkait kemungkinan dilakukan regrouping atau penggabungan sekolah, pihaknya masih melakukan kajian secara menyeluruh. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan dampak yang cukup besar, baik bagi sekolah, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar.

"Kami masih memetakan kondisi sekolah yang kekurangan murid," tambahnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
peningkatan kesadaran Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta kekurangan murid program KB