Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKP Kabupaten Bantul Sebut Kemaru Belum Berdampak pada Sektor Perikanan, Benih Ikan Tetap Jadi Andalan hingga Luar Pulau

Cintia Yuliani • Senin, 13 Juli 2026 | 20:45 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Istriyani. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Istriyani. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menyebut musim kemarau yang mulai berlangsung pada Juli 2026 belum menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor perikanan, termasuk kegiatan budi daya ikan.
 
Kepala DKP Kabupaten Bantul Istriyani mengatakan, hingga saat ini belum ada keluhan berarti dari para pelaku perikanan terkait ketersediaan air selama musim kemarau. "Kendala yang sempat muncul lebih disebabkan fluktuasi suhu," katanya Senin (13/6).
 
Fluktuasi suhu tersebut, lanjutnya, berdampak pada kegiatan pembenihan ikan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tetas telur dan daya hidup benih, bukan karena kekurangan air.
 
Baca Juga: Libur Sekolah, Malioboro Jadi Magnet Wisata: Efeknya Sebar Wisatawan hingga Gunungkidul  
 
Guna mengatasi kondisi tersebut, pelaku pembenihan memanfaatkan teknologi indoor. Pada saat suhu terlalu dingin, ruang pembenihan dilengkapi lampu sebagai penghangat agar proses penetasan tetap optimal.
 
"Biasanya dimasukkan ke ruang tertutup, kemudian saat dingin diberi lampu untuk menghangatkan," katanya.
 
Di Bantul sendiri terdapat sekitar 40 Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Sebagian besar memproduksi benih lele. Sementara pembenihan ikan bersisik seperti nila dan tawes dilakukan di Balai Pembenihan Ikan (BPI) milik UPTD. Selain itu, terdapat pula kelompok yang membudidayakan gurami.
 
Baca Juga: PT KAI Klaim Penggunaan Bahan Bakar B50 Lebih Efisien dan Kurangi Ketergantungan BBM Impor
 
Istriyani menilai usaha pembenihan memiliki prospek yang sangat baik dalam siklus bisnis perikanan. Selain potensi keuntungan yang besar, biaya operasionalnya relatif rendah sehingga tingkat risikonya juga tidak terlalu tinggi.
 
"Kalau bicara potensi keuntungan dalam siklus bisnis perikanan, pembenihan itu sebenarnya cukup besar. Risikonya juga tidak terlalu tinggi karena biaya operasionalnya masih kecil," ungkapnya.
 
Benih ikan dari Bantul tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah hingga luar pulau. Salah satu tujuan pengiriman benih lele adalah Kalimantan melalui jalur udara.
 
"Benih lele dari Bantul sampai dikirim ke Kalimantan lewat bandara. Dulu memang yang keluar pulau cukup banyak dari Bantul," kata Istriyani.
 
Baca Juga: Van Gastel Ungkap Tantangan Melatih PSIM, Ambisi Harus Disesuaikan dengan Anggaran
 
Ia menambahkan, kualitas benih ikan dari Bantul menjadi salah satu alasan tingginya permintaan. Menurutnya, kondisi suhu di Bantul membuat daya hidup benih relatif tinggi sehingga diminati pembeli dari berbagai daerah.
 
Sementara terkait harga benih ikan, Istriyani menyebut masih tergolong standar. Harga menyesuaikan ukuran benih yang dipasarkan. Menurutnya, harga pasar berbeda dengan harga pemerintah. Namun secara umum masih relatif terjangkau. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul DKP Kabupaten Bantul perikanan ikan Budi Daya Ikan