Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengeroyokan Pelajar dengan Senjata Tajam Kembali Terjadi di Sanden, Polisi Tangkap Empat Pelaku

Cintia Yuliani • Senin, 13 Juli 2026 | 21:30 WIB
Senjata tajam yang digunakan untuk melakukan aksi pengeroyokan di Sanden, Bantul. (Dokumentasi Polres Bantul)
Senjata tajam yang digunakan untuk melakukan aksi pengeroyokan di Sanden, Bantul. (Dokumentasi Polres Bantul)
BANTUL - Seorang pelajar berinisial RSP, 16, dikeroyok di wilayah Sanden Minggu (12/7) pukul 02.00. Dalam pengungkapan kasus, terduga pelaku membawa sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan saat melakukan aksi kekerasan.
 
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban dan keterangan para saksi. "Empat terduga pelaku berhasil diamankan masing-masing berinisial ASA, 17; FNS, 17; DBK alias D, 18; dan AKPP, 17. Keempatnya telah menjalani pemeriksaan di Polsek Sanden," katanya Senin (13/7). 
 
Dari hasil pemeriksaan,  terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing. 
 
Baca Juga: Gangster di Kebumen Lempar Bom Molotov dan Jarah Paket, Empat Pemuda Diringkus Polisi
 
Dia menyebut, kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Ngepet, Srigading. 
Namun saat tiga di lokasi, mereka mendapat informasi sebelumnya telah melintas rombongan pengendara sepeda motor ke arah utara. Korban bersama teman-temannya kemudian bergerak untuk mencari rombongan tersebut.
 
Setelah sampai di simpang empat Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor. Salah satu teman korban memilih berbelok karena merasa takut. 
 
"Sedangkan korban tetap melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya berbalik arah," jelasnya. 
 
Baca Juga: Sebanyak 38 Calon Paskibraka Kota Jogja Mulai Jalani Latihan Intensif, Ini Tahapannya
 
Korban kemudian disalip oleh rombongan pelaku. Salah seorang pelaku menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh. Korban diseret menuju pinggir sawah oleh beberapa pelaku. Para pelaku pun membawa senjata tajam jenis celurit maupun golok. "Para pelaku juga merusak sepeda motor yang digunakan korban," tuturnya. 
 
Atas kejadian itu, korban mengalami luka bacok di bagian tangan sehingga mengeluarkan banyak darah. Beruntung saat itu anggota kepolisian datang ke lokasi dan membuat rombongan pelaku melarikan diri ke arah selatan. 
 
"Korban lalu dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati," terangnya. 
 
Baca Juga: Van Gastel Ungkap Tantangan Melatih PSIM, Ambisi Harus Disesuaikan dengan Anggaran
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ASA diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. Sementara FNS diduga memukul korban menggunakan tangan kosong. DBK diduga membacok sepeda motor korban, sedangkan AKPP diduga membawa golok dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh.
 
"Saat ini keempat terduga pelaku telah diamankan serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain," ujarnya.
 
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, akan terus berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan. Termasuk aksi pengeroyokan dengan senjata tajam yang dapat meresahkan masyarakat.
 
Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya. "Terutama pada malam hingga dini hari," pesannya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#pengeroyokan #pelajar #polres bantul #senjata tajam #pelaku