Ketua Pengelola Wisata Kano Maritim Baros Ari Saputro mengatakan, danais yang diterima selama tiga tahun dimanfaatkan untuk pengadaan aset dan pembangunan fasilitas pendukung wisata. Pada awalnya pihaknya memiliki 10 unit kano dari danais. Kemudian mendapat tambahan melalui danais dan menjadi 15 unit.
Baca Juga: Relokasi, MPLS 2026 SMPN 1 Wates Kulon Progo Berlangsung di Gedung Sekolah Terpadu
"Lalu bertambah lagi, total 27 unit kano," ujarnya saat ditemui di Kano Maritim Baros Senin (13/7).
Meski demikian, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan wisatawan yang datang. Akhirnya, delapan unit kano dari kalurahan sebelah yang juga memperoleh bantuan dari danais turut disewa lewat kerja sama.
Anggaran dari danais yang kembali turun, lanjutnya, turut digunakan untuk membangun dua gazebo. Sementara pada tahun ketiga, anggaran dimaksimalkan untuk pembangunan warung UMKM, musala, dua kamar mandi, hingga loker penyimpanan barang.
Upaya pengembangan wisata ini, lanjutnya, mulai dirasakan dengan jumlah masyarakat yang ikut dalam pengelolaan. Jika awalnya hanya lima orang, kini mencapai 30 orang. "Warga yang dulu bekerja sebagai petani, nelayan, dan peternak, sekarang sudah banyak yang berkecimpung di bidang pariwisata," katanya.
Lewat promosi di media sosial, paket wisata kano ini mulai dikenal luas. Pengunjung kini hanya dibatasi 100 orang per hari. Padahal, permintaan per hari bisa mencapai 500 kunjungan.
Nantinya, wisatawan bisa memilih satu dari dua paket wisata yang ditawarkan. Paket pertama dengan harga Rp 35 ribu, pengunjung akan diajak melewati rute 1,2 kilometer dengan durasi perjalanan hingga 40 menit. Sedangkan paket kedua dibanderol dengan harga Rp 60 ribu. Rute dan waktu perjalanan dua kali lebih panjang. "Seluruh wisatawan wajib didampingi pemandu sebagai bagian dari standar keselamatan,” tuturnya.
Meski pemandu berasal dari masyarakat setempat, lanjutnya, mereka sudah mengikuti pelatihan keselamatan bekerja dari Polairud dan instansi terkait. Keberadaan pemandu, juga untuk memberikan penjelasan terkait konservasi dan kawasan mangrove yang dilewati. “Pun bisa membantu mendokumentasikan perjalanan wisatawan tanpa biaya tambahan,” ungkapnya.
Wisatawan asal Sleman Hanna Shafa, 20, mengaku, mengetahui objek wisata ini dari TikTok. Bagi Hanna, bermain kano menjadi pengalaman pertamanya. Selain belajar mendayung, ia juga bisa menikmati suasana alam.
"Pemandangannya bagus, ada hutan mangrove, terus di sebelahnya juga ada deretan pohon cemara," katanya.
Hal serupa disampaikan Alya Zafira, 16, wisatawan asal Jakarta. Ia mengaku mengetahui Kano Maritim Baros juga dari TikTok. "Katanya seru, jadi saya pikir ini bisa dicoba karena belum pernah main kano," ungkapnya.
Meski mendayung kano cukup menguras tenaga, wisata air ini tetap menyenangkan dan layak dicoba. "Cuma capai pas kembali, soalnya harus melawan angin," lontarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita