BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menyiapkan program restocking sebanyak 48.000 benih ikan lokal jenis nilem dan tawes di enam titik sungai sepanjang 2026. Program yang akan dilaksanakan dalam enam tahap ini bertujuan memulihkan populasi ikan asli, menjaga keseimbangan ekosistem perairan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.
Pengawas Perikanan Ahli Muda DKP Kabupaten Bantul Irawan Waluyo Jati mengatakan, dari enam lokasi yang direncanakan, satu titik telah dialokasikan. Sementara itu, lima titik lainnya masih dalam proses penetapan.
Baca Juga: Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Inggris, Trah Sultan HB II Layangkan Gugatan Internasional
"Kita akan laksanakan di Sedayu, Kali Oyo, Kali Opak Piyungan, Kali Gawe. Sementara baru itu," katanya saat ditemui di Konservasi Penyu Pantai Gua Cemara Jumat (10/7).
Menurut Irawan, ikan nilem dan tawes dipilih untuk program restocking karena memiliki kemampuan beradaptasi dengan arus sungai yang deras serta pertumbuhannya relatif cepat. Agar pertumbuhan ikan lebih optimal, DKP juga melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu pemeliharaan pada masa awal penebaran.
"Kami minta warga masyarakat supaya bisa cepat besar (ikannya, Red) dikasih makan sehari dua kali, pagi-sore," katanya.
Setiap akan melaksanakan restocking, pihaknya juga menginisiasi pembentukan kelompok masyarakat di sekitar lokasi penebaran. Kelompok tersebut nantinya akan dibina menjadi kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas). Bertugas menjaga kelestarian sungai dan mengawasi keberadaan ikan hasil restocking.
Menurutnya, program ini juga menjadi upaya pelestarian plasma nutfah ikan asli Indonesia yang populasinya terus menurun. Akibat penangkapan berlebih, degradasi habitat, dan pencemaran perairan.
Keseimbangan ekosistem, lanjutnya, dapat terganggu dan ruang ekologisnya berpotensi diisi oleh spesies asing atau invasif, jika populasi ikan lokasi terus menurun. Karena itu, restocking menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, mendukung ketahanan pangan masyarakat, serta memastikan ikan lokal tetap lestari bagi generasi mendatang. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita