BANTUL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY kian masif mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Langkah strategis diambil sejak tahun lalu dengan mendorong para pelaku budi daya perikanan untuk berkolaborasi langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan DKP DII yang mengintegrasikan kampanye Gemarikan ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Untuk Bisa Gabung Kelompok, Pelajar SMP di Kebumen Dipaksa Minum Air Rebusan Kecubung
Sinergi ini dinilai menjadi bukti nyata keselarasan program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, sekaligus upaya mendongkrak angka konsumsi ikan pada anak-anak.
"Saya sangat setuju. Ikan akan melengkapi dan memperkaya kandungan protein dalam menu MBG," ujar Budi Waljiman saat meninjau pelatihan pengolahan ikan bersama DKP DIY di SPPG Pendowoharjo 3, Sewon, Bantul, Selasa (7/7).
Politikus Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, konsumsi ikan di DIY sejauh ini masih tergolong rendah dibandingkan angka nasional. Pada 2025, angka konsumsi ikan di DIY baru menyentuh 36,29 kilogram per kapita per tahun, tertinggal jauh dari rata-rata nasional yang mencapai 56 kilogram per kapita per tahun.
"Rendahnya konsumsi ikan ini karena masyarakat sejak kanak-kanak lebih terbiasa mengonsumsi protein dari daging ayam, telur, dan kedelai," beber Budi.
Melalui program baru ini, setiap SPPG di DIY nantinya wajib menyajikan menu berprotein ikan sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan jadwal yang disesuaikan oleh masing-masing satuan pelayanan. Harapannya, para siswa penerima manfaat bisa mulai terbiasa mengonsumsi ikan.
Pelatihan yang digelar di Sewon tersebut diikuti oleh 30 peserta. Mereka dilatih mengolah berbagai jenis ikan seperti patin, lele, gurami, hingga nila menjadi hidangan lezat, sehat, dan disukai anak-anak. Agenda ini turut dihadiri Korwil BGN Bantul Fitra Khasanah, mitra kerja Maryati, serta Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3 Mario Ramos Butar Butar.
Baca Juga: Melodi Senja di Puncak Sosok saat Lagu "About You" Mengubah Bukit Bantul Menjadi Sinematik
Korwil SPPG Bantul Fitra menegaskan, SPPG Pendowoharjo 3 berkomitmen menghadirkan layanan terbaik dengan menggunakan bahan baku pilihan berkualitas tinggi demi menjaga mutu produk, termasuk dalam hal penyediaan ikan.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3 Mario Ramos Butar Butar menyebutkan, total penerima manfaat MBG di wilayahnya mencapai 1.833 orang, yang terbagi dalam 1.010 porsi kecil dan 823 porsi besar.
Sasaran distribusi meliputi belasan sekolah dan posyandu, di antaranya SDN Timbulharjo, SDM Pendowo, SD 1 Sewon, SD 2 Negeri Blunyahan, SD Negeri Monggang, TK Aisiyah Slanggen, KB dan TK Al Wafa, PAUD Ushwatun Hasanah, PAUD dan TK PKK 6 Sudimoro, KB Al Hakim, serta sejumlah Posyandu di Cepit, Pendowo, dan Blunyahan.
Baca Juga: Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern
Di akhir peninjauan, Budi Waljiman meminta agar seluruh SPPG memprioritaskan pembelian bahan baku lokal dari lima kabupaten/kota di DIY. Langkah ini dinilai penting agar perputaran uang tetap berada di dalam daerah.
"Dengan begitu, UMKM kita semakin maju, peternak dan pembudi daya bisa hidup, gizi anak-anak terjamin, dan perekonomian masyarakat DIY otomatis ikut tumbuh berkembang," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo