Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Jalur Mandiri PTN Tak Kunjung Ditutup, PTS Kesulitan Gaet Mahasiswa Baru

Cintia Yuliani • Senin, 6 Juli 2026 | 22:30 WIB
FORUM DISKUSI: Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti membahas beberapa keluhan yang dialami perguruan tinggi swasta di UMY Senin (6/7). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
FORUM DISKUSI: Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti membahas beberapa keluhan yang dialami perguruan tinggi swasta di UMY Senin (6/7). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTULPerguruan tinggi swasta (PTS) mengeluhkan pelaksanaan seleksi jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) yang tak kunjung ditutup. Kondisi tersebut membuat banyak calon mahasiswa memilih menunggu hasil seleksi PTN sehingga PTS kesulitan memastikan jumlah mahasiswa baru. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY Zuly Qodir mengatakan, pemerintah perlu menata kembali pembagian kuota penerimaan mahasiswa antara PTN dan PTS. Menurutnya, harus ada kejelasan mengenai daya tampung masing-masing agar ekosistem pendidikan tinggi berjalan seimbang. "Kita lihat sebetulnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia berapa, kuotanya berapa, mereka menampung berapa, lalu sisanya ke swasta," ujarnya saat ditemui di UMY Senin (6/7). 

Baca Juga: Korban Laka Laut di Pantai Gua Cemara Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Bugel Sejauh 13 Kilometer dari Lokasi Awal

Apabila PTN mengambil mahasiswa dalam jumlah terlalu besar melalui jalur mandiri, lanjutnya, kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berpotensi menurun. Menurutnya, dosen tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga melakukan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Beban mengajar yang terlalu tinggi akan memengaruhi pelaksanaan tugas-tugas tersebut.

"Kalau satu orang dosen mengajar satu angkatan sampai 16 bahkan 20 kelas, pelayanan dunia pendidikan menjadi tidak seimbang," katanya.

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah Naik Lima Kali Lipat: Omzet Terkerek hingga Rp 15 Juta

Selain itu, Zuly juga menyoroti kebijakan penerimaan mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu. PTS diwajibkan menerima mahasiswa dari kelompok tersebut, tetapi tidak memperoleh subsidi sebagaimana yang diterima PTN.

Selama ini, lanjut Zuly, UMY berupaya membantu mahasiswa kurang mampu melalui berbagai skema subsidi kampus. Selain itu, kampus juga mencarikan beasiswa dari berbagai pihak, seperti Lazismu maupun para alumni. "Tapi sampai kapan kalau tidak ada dukungan dari negara. Tentu itu akan memberatkan pihak kampus swasta," ujarnya.

Baca Juga: Tujuh Bulan Hilang, Warga Minta Kades Sambeng Dipecat jika Tidak Ancam Geruduk Kantor Bupati Magelang

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti menilai, pembukaan jalur mandiri PTN yang terus diperpanjang membuat PTS kesulitan memastikan jumlah mahasiswa baru. "Akhirnya banyak perguruan tinggi swasta yang seharusnya sudah menerima mahasiswa masih harus menunggu," ucapnya. 

Menurut Esti, Komisi X DPR RI tengah mengumpulkan berbagai data mengenai persoalan yang dihadapi PTS selama pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Jalur Mandiri #Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti #ptn #Mahasiswa #PTS