BANTUL - Perguruan tinggi swasta (PTS) mengeluhkan pelaksanaan seleksi jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) yang tak kunjung ditutup. Kondisi tersebut membuat banyak calon mahasiswa memilih menunggu hasil seleksi PTN sehingga PTS kesulitan memastikan jumlah mahasiswa baru.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY Zuly Qodir mengatakan, pemerintah perlu menata kembali pembagian kuota penerimaan mahasiswa antara PTN dan PTS. Menurutnya, harus ada kejelasan mengenai daya tampung masing-masing agar ekosistem pendidikan tinggi berjalan seimbang. "Kita lihat sebetulnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia berapa, kuotanya berapa, mereka menampung berapa, lalu sisanya ke swasta," ujarnya saat ditemui di UMY Senin (6/7).
Apabila PTN mengambil mahasiswa dalam jumlah terlalu besar melalui jalur mandiri, lanjutnya, kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berpotensi menurun. Menurutnya, dosen tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga melakukan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Beban mengajar yang terlalu tinggi akan memengaruhi pelaksanaan tugas-tugas tersebut.
"Kalau satu orang dosen mengajar satu angkatan sampai 16 bahkan 20 kelas, pelayanan dunia pendidikan menjadi tidak seimbang," katanya.
Selain itu, Zuly juga menyoroti kebijakan penerimaan mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu. PTS diwajibkan menerima mahasiswa dari kelompok tersebut, tetapi tidak memperoleh subsidi sebagaimana yang diterima PTN.
Selama ini, lanjut Zuly, UMY berupaya membantu mahasiswa kurang mampu melalui berbagai skema subsidi kampus. Selain itu, kampus juga mencarikan beasiswa dari berbagai pihak, seperti Lazismu maupun para alumni. "Tapi sampai kapan kalau tidak ada dukungan dari negara. Tentu itu akan memberatkan pihak kampus swasta," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti menilai, pembukaan jalur mandiri PTN yang terus diperpanjang membuat PTS kesulitan memastikan jumlah mahasiswa baru. "Akhirnya banyak perguruan tinggi swasta yang seharusnya sudah menerima mahasiswa masih harus menunggu," ucapnya.
Menurut Esti, Komisi X DPR RI tengah mengumpulkan berbagai data mengenai persoalan yang dihadapi PTS selama pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita