BANTUL - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kecelakaan laut (laka laut) di Pantai Gua Cemara dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Bugel, Kulon Progo Senin (6/7/2026) pukul 16.20.
Korban Muhammad Bara Rizki Wardana, 8, warga Modalan, Banguntapan ditemukan sekitar 13 kilometer dari lokasi awal kejadian.
"Warga melihat korban mengapung di air lalu mengajak temannya untuk mengangkat korban ke tempat aman," kata Kepala Kantor SAR Jogjakarta Rio Banupanitis, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Terik Kemarau Bisa Picu Ancaman ISPA dan Dehidrasi, Dinkes DIY Minta Warga Perbanyak Minum Air
Kemudian warga melaporkan ke posko gabungan. Korban langsung dievakuasi ke mobil ambulans dan dilakukan proses identifikasi dari Inafis Kulo Progo dan RSUD Wates.
Sebelumnya, Senin (6/7/2026) pagi pencarian korban oleh Tim SAR Gabungan dibagi dalam empat SRU yang melakukan penyisiran menggunakan jukung melalui jalur darat, laut, dan udara.
Operasi kedua ini, SRU darat menyisir kawasan Pantai Pandansari hingga lokasi kejadian serta dari lokasi kejadian menuju Pantai Cangkring.
Sementara SRU laut menggunakan jukung melakukan penyisiran hingga kawasan Muara Progo. Sedangkan tim udara yang menggunakan drone memantau area sekitar lokasi kejadian, Muara Progo, dan Pantai Samas.
Baca Juga: PSS Sleman Ketagihan dengan Pilar Persija
"Dengan ditemukannya korban operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing," jelasnya.
Di lokasi kejadian, orang tua dan keluarga korban menunggu di tepi pantai. Mereka terlihat masih terpukul dengan kejadian yang dialami MBR, 8. Sementara itu, perwakilan keluarga enggan memberikan keterangan karena masih dalam suasana berduka.
Diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, laka laut terjadi di Pantai Gua Cemara Minggu (5/7/2026) pukul 13.27.
Kejadian terjadi saat kakak beradik MBR, 8, dan MBS, 5, mencuci tangan serta kaki di bibir pantai, usai mencari kepiting. Tanpa diduga, tiba-tiba datang ombak besar dari arah samping yang kuat menyeret keduanya ke arah laut.
Saat ombak menyeret kedua saudara ini, ayah korban WTW, 41, yang sedang berada di tepi pantai sontak langsung menyelamatkan anaknya.
"Namun hanya berhasil menarik dan mengamankan sang adik, sedangkan MBR hanyut terbawa arus," terangnya Minggu (5/7./2026).
Dia mengimbau kepada seluruh pengunjung pantai untuk selalu waspada dan mematuhi rambu peringatan keselamatan yang telah dipasang. Orang tua wajib mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari bahaya arus.
"Sebab, kondisi ombak dan arus laut di pantai selatan sering kali berubah secara tiba-tiba dan cukup berbahaya," imbaunya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita