BANTUL - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, penjualan seragam sekolah di Pasar Bantul belum menunjukkan peningkatan. Bahkan, salah seorang pedagang mengaku hingga saat ini belum ada pembeli yang membeli seragam sekolah di lapaknya.
Pedagang seragam sekolah di Pasar Bantul Murjiati mengatakan, stok seragam sekolah untuk jenjang SD hingga SMA merupakan sisa dari tahun lalu. Karena penjualan masih sepi, ia tidak menambah stok seragam meski saat ini sudah memasuki masa libur sekolah dan menjelang tahun ajaran baru.
"Saya kan di rumah juga jualan, jadinya malah laku dijual di rumah, kalau di pasar belum ada yang beli," katanya saat ditemui di lapaknya Jumat (3/7).
Rumahnya yang berada di Kalurahan Trirenggo, Bantul menjadi toko seragam sekolah. Perempuan berusia 58 tahun mengaku sejak empat hari terakhir, penjualan seragam sekolah di rumahnya mulai meningkat. Jika pada hari biasa tidak ada pembeli, kini sudah sekitar 10 orang membeli seragam sekolah. "Tapi ya kebanyakan tetangga yang beli," katanya.
Menurut Murjiati, seragam yang paling banyak dicari ialah seragam merah putih untuk jenjang SD. Sementara itu, seragam SMP dan SMA relatif jarang dibeli karena sebagian besar siswa memperoleh atau membeli seragam melalui sekolah masing-masing. Ia memprediksi permintaan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
"Sekarang harga baju seragam sekolah SD sampai SMA Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu satu stel," rincinya.
Baca Juga: Tambah 4 Perjalanan, Commuter Line Jogja-Palur Layani Lonjakan Penumpang selama Libur Sekolah
Ia menilai sepinya pembeli seragam sekolah di Pasar Bantul disebabkan banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja di toko swalayan maupun secara daring. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. "Kalau saya enggak tahu jualan online, jadi masih jualan di warung sama pasar," katanya.
Murjiati berharap penjualan seragam sekolah pada tahun ajaran baru kali ini dapat meningkat sehingga pada tahun depan ia dapat kembali menambah stok seragam.
Sementara itu, warga Bantul, Anggit Nurochman, yang memiliki anak akan masuk SMA, mengatakan membeli seragam putih abu-abu dan seragam pramuka melalui paguyuban orang tua. "Jadi enggak ada rencana buat beli di pasar," katanya. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo