Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Turun Seminggu Terakhir, Harga Telur Ayam di Pasar Bantul Kembali Naik Jadi Rp 24.000 Per Kg

Cintia Yuliani • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:33 WIB
JUAL BELI: Pedagang telur ayam sedang melayani pembeli di lapaknya, Jumat (3/7/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja
JUAL BELI: Pedagang telur ayam sedang melayani pembeli di lapaknya, Jumat (3/7/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL – Sempat turun di harga Rp 22 ribu per kilogram (kg), kini komoditas telur ayam kembali naik di Pasar Bantul mencapai Rp 24 ribu per kg Jumat (3/7/2026). Pedagang sempat sumringah dengan kondisi penurunan tersebut, namun saat ini penjualannya menurun menjadi sekitar lima kg saja.

Seorang pedagang telur ayam Sumarni, 58 mengatakan, dalam satu minggu terakhir harga telur memang sempat turun hingga Rp 22 ribu per kg.

Saat harga berada di angka tersebut, tidak jarang pembeli merasa senang dan menambah jumlah pembelian mereka. 

"Tapi hari ini kembali naik jadi Rp 24 ribu per kilogram," katanya saat ditemui di lapaknya Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Tambah 4 Perjalanan, Commuter Line Jogja-Palur Layani Lonjakan Penumpang selama Libur Sekolah

Penurunan harga sebelumnya sempat membuat modal yang dikeluarkan pedagang lebih sedikit, sementara jumlah pembeli justru mengalami peningkatan.

Dia mengaku bisa menghabiskan 10 kg telur dalam sehari saat harganya turun. Sementara itu, hanya mampu menjual sekitar lima kg saja.

Rata-rata pembeli di lapaknya adalah pedagang angkringan dan ibu rumah tangga. "Sekarang kan lebih pada beli di HP, pasar sekarang pengunjungnya kurang," tuturnya.

Baca Juga: Try Out Malioboro Pedestrian Dilakukan, Pemkot Jogja Temukan Persoalan di Sirip-Sirip saat Hari Kerja

Pedagang telur ayam lain di Pasar Bantul, Ismiatih, 62, mengatakan, selain berjualan di pasar, ia juga memasok telur ke beberapa tempat seperti warung makan padang, warung gudeg, serta memenuhi pesanan untuk acara hajatan. Rata-rata penjualan hariannya bisa mencapai 10 kg.

"Karena satu minggu terakhir harganya turun, hari ini baru naik, banyak pembeli yang menawar biar lebih murah," katanya.

Sebab, harga telur di lapaknya sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 21 ribu sebelum akhirnya naik kembali menjadi Rp 24 ribu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui faktor yang memengaruhi penurunan harga telur pada satu minggu yang lalu.

Baca Juga: PSS Sleman Umumkan Perpisahan dengan Nuri Fasya

Sementara itu, pedagang telur lain di Pasar Bantul, Sugiati, 60, mampu menjual hingga lima kg telur saat harga turun.

Namun, saat harga kembali naik, ia hanya bisa menjual sebanyak tiga kg. "Saya berharapnya nggak usah naik, inginnya turun, biar banyak yang beli," pintanya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sempat turun #pasar bantul #pedagang #naik #Harga telur ayam