Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Pasangan Nikah Bareng di Atas Moge, Fortais Sebut Simbol Ketangguhan Rumah Tangga

Cintia Yuliani • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:45 WIB
UNIK: Pengantin sedang melaksanakan ijab kabul di atas motor gede (moge) di halaman Kantor KUA Sewon Selasa (30/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
UNIK: Pengantin sedang melaksanakan ijab kabul di atas motor gede (moge) di halaman Kantor KUA Sewon Selasa (30/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 BANTUL - Tiga pasangan pengantin melangsungkan nikah bareng di halaman Kantor KUA Sewon Selasa (30/6). Uniknya, mereka melakukan prosesi ijab kabul di atas motor gede (moge). Dengan harapan, agar pengantin memiliki ketangguhan dalam menghadapi rintangan. Serta berkomitmen kuat dalam menjalin bahtera rumah tangga.

"Moge ini memiliki makna, suami sebagai nahkoda pengemudinya, istri sebagai pendamping setia pemboncengnya," jelas Ketua Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Ryan Budi Nuryanto mengatakan saat ditemui seusai acara.

Filosofi prosesi ijab kabul di atas moge, lanjutnya, bukan sekadar pernikahan unik. Melainkan, menggabungkan nilai budaya, kerja keras, dan ketahanan pernikahan. "Harapannya akan bisa sejahtera dengan ketahanan keluarga yang kuat baik lahir maupun batin," kata dia.

Baca Juga: Dikeluhkan Warga dan Wisatawan hingga Berkata Kotor saat Lewat, JLFR Dilarang di Malioboro

Prosesi pernikahan diawali dengan kirab sejauh 300 meter dari kantor KUA Bantul. Para pengantin mengenakan busana modern dan diiringi oleh cucuk lampah yang mengenakan busana polisi. Setelah itu, secara bergantian para pengantin melangsungkan pernikahan di atas moge dengan disaksikan oleh warga setempat maupun pihak keluarga.

Para pengantin juga diberi mahar berupa uang dolar. Pemilihan uang sebesar 5 USD bukan tanpa alasan. Ryan mengatakan uang dolar digunakan sebagai lambang mata uang internasional. Harapannya, ke depan para pengantin memiliki keyakinan dan kekuatan keuangan yang cukup, serta bisa selaras baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, fondasi keuangan mereka menjadi aman dan kuat.

Baca Juga: Reno Candra Sangaji Juga Jadi Tersangka di Kejati DIY, Kerugian Negara Disebut Rp 4,22 Miliar

"Angka lima dipilih karena rukun Islam kita ada lima," katanya.

Pernikahan unik ini sengaja dilakukan pada bulan Muharam. Selama ini, banyak masyarakat beranggapan bahwa menikah di bulan Muharam adalah pamali (pantangan). Namun, Ryan ingin memberikan persepsi baru kepada masyarakat melalui nikah bersama di atas moge ini. Menurut pandangan Islam, bulan Muharam sebenarnya merupakan bulan yang baik dibanding bulan-bulan lainnya. 

Sementara itu, pengantin asal Cilacap, Jawa Tengah Wigi Andriyana, 30, mengaku, tertarik mengikuti nikah bersama ini karena konsepnya yang unik. Ia terinspirasi setelah melihat temannya yang juga pernah mengikuti acara serupa. 

Selain unik, pernikahan ini juga difasilitasi secara gratis sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk dekorasi dan prosesi pernikahan. Terkait mitos menikah di bulan Muharam, ia mengaku sebenarnya masih memiliki kepercayaan akan pantangan tersebut. Oleh karena itu, acara syukuran pernikahan mereka tetap akan dilaksanakan setelah bulan Muharam berlalu. "Tapi semoga ke depannya baik-baik saja," harapnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kantor kua sewon #motor gede (moge) #Nikah Bareng #fortais #pernikahan