Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapanewon Dlingo Kekeringan, BPBD Bantul Lakukan Droping Sebanyak 15 Ribu Liter Air

Cintia Yuliani • Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB
Tangki droping air yang disalurkan oleh BPBD Bantul ke Kapanewon Dlingo. (Dokumentasi BPBD Bantul)
Tangki droping air yang disalurkan oleh BPBD Bantul ke Kapanewon Dlingo. (Dokumentasi BPBD Bantul)

BANTUL - Kapanewon Dlingo mulai mengalami kekeringan. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyalurkan bantuan droping air bersih sebanyak 15 ribu liter untuk membantu warga. Tercatat 200 warga terdampak oleh bencana kekeringan ini.

"Permintaan droping air hari Senin kemarin (22/6)," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin saat ditemui di DPRD Bantul Senin (29/6).

Pihak BPBD telah melakukan asistensi mengenai kondisi sumur komunal di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi penurunan muka air tanah yang sangat signifikan. Warga setempat sebenarnya sudah menambah sambungan pipa paralon, namun sumber air tetap tidak terjangkau.

"Kemarin asistensi juga diganti pompa, mungkin pompa berpengaruh," katanya.

Baca Juga: Pengamen Liar Kembali Marak di Malioboro, Disbud Kota Jogja: Mereka Mungkin Tidak Tahu Aturan, Begini Upayanya!

Bersamaan dengan itu, pihak Pamsimas setempat tengah memperbaiki potensi kerusakan pada jalur pipa, sumur, maupun pompa air.

Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan air warga ke depan dapat kembali tercukupi secara mandiri dari sumur tersebut. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mengoptimalkan potensi sumber mata air lokal yang ada, kecuali dalam kondisi yang benar-benar darurat.

Sementara itu, potensi kekeringan di wilayah perbatasan Sriharjo dan Karangtengah juga telah dikonfirmasi. BPBD siap menyalurkan bantuan air bersih jika warga setempat mengajukan laporan kekurangan air.

Baca Juga: Ketua Komisi A DPRD DIY Soroti Kematian Lima Peserta Latsarmil KDMP, Desak Hentikan Sementara dan Evaluasi Menyeluruh

"Lalu yang di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, kita sudah berkomunikasi dengan masyarakat terkait dengan kebutuhan air di sana," tuturnya.

Secara prinsip, Pemerintah Kabupaten Bantul telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi musim kemarau tahun 2026. BPBD Bantul telah menyampaikan laporan kepada bupati dan menyusun Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat demi menjamin terpenuhinya kebutuhan logistik masyarakat.

Selain itu, posko pemantauan fenomena El Nino 2026 juga telah didirikan beserta pembagian tugas yang jelas. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mematangkan langkah mitigasi.

Melalui kesiapan ini, setiap muncul laporan kelangkaan air di tengah masyarakat, BPBD dapat langsung berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat kalurahan untuk mengambil tindakan darurat. "Personel kita sudah siapkan, mulai dari armada tangki maupun disel penyedot air untuk distribusi air," terangnya.

Antisipasi juga diperluas pada sektor rawan lainnya, seperti potensi kebakaran lahan dan pemukiman melalui kesiapsiagaan penuh dari personel pemadam kebakaran (Damkar). Pihaknya berharap seluruh rangkaian mitigasi ini mampu meredam dampak kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi jauh lebih kering. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Droping Air Bersih #Kapanewon Dlingo #Kekeringan #droping #BPBD Bantul