BANTUL - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi kalurahan. Potensi tersebut kemudian bisa diolah menjadi produk unggulan yang bisa dijual melalui KDMP.
"Sektor yang mulai mendapat perhatian di Bantul, perikanan, pertanian, komoditas pangan seperti beras" beber Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha Kamis (25/6).
Produk-produk tersebut dipandang memiliki peluang besar untuk menjadi identitas ekonomi ditingkat kalurahan sekaligus sumber pendapatan bagi anggota koperasi. “Yang kita dorong sekarang adalah potensi lokal supaya mereka gali dan kemudian diberdayakan," jelasnya.
Salah satu wilayah yang saat ini mengempangkan potensi lokal adalah Argomulyo, Sedayu lewat perikanan. Selain itu, ada pula wilayah lain yang unggul di sektor peternakan kambing dan pangkalan distribusi minyak goreng. “Itu yang saat ini mulai kita kembangkan,” katanya.
Dia pun meminta, agar penentuan harga jual di KDMP tidak selalu dibanderol dengan harga murah. Namun tetap mempertimbangkan biaya produksi, keberlanjutan usaha, serta keuntungan yang layak bagi pelaku usaha maupun anggota koperasi. “Harganya tentu kompetitif. Mereka menghitung biaya produksi, menentukan BEP (break even point) dan ditambah keuntungan yang wajar,” pintanya.
Dia berharap, KDMP di Bantul bisa menciptakan produk unggulan di kalurahan masing-masing. Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, namun kemampuan membangun merek produk lokal yang mempunyai daya saing.
Sementara itu, Wakil Ketua KDMP Argomulyo Munasir mengatakan, budi daya ikan menggunakan bioflok dilakukan sejak awal Februari lalu. Hasil yang dipanen mencapai 150 kilogram ikan nila bangkok merah. "Kalau panen berikutnya, kami belum ada rencana kapan," katanya.
Hasil panen, dijual ke warga setempat dan anggota KDMP Argomulyo. Uang penjualan nantinya akan masuk dalam kas yang bertujuan untuk memutar modal budi daya.
Diketahui, ikan nila bangkok merah tersebut dibudidayakan dalam 24 kolam di atas lahan 1.500 meter persegi dengan 700 bibit ikan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita