Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Festival Layang-Layang Raksasa Kembali Digelar di Lapangan Kebonagung, Imogiri, Catat Tanggalnya...

Cintia Yuliani • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:00 WIB
KREATIF: Masyarakat saat menerbangkan layang-layang raksasa di Lapangan Kebonagung, Imogiri, Bantul tahun lalu. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
KREATIF: Masyarakat saat menerbangkan layang-layang raksasa di Lapangan Kebonagung, Imogiri, Bantul tahun lalu. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

BANTUL - Layang-layang tidak hanya menjadi permainan tradisional, tetapi juga bagian dari budaya yang perlu dijaga. Karena itu, Festival Olahraga Daerah (Forda) II DIY 2026 Inorga Pelangi akan kembali digelar di Lapangan Kebonagung, Imogiri Minggu (28/6). Festival layang-layang raksasa ini disebut sebagai wadah pelestarian sekaligus pengembangan kreativitas masyarakat.

Ketua Forda II DIY 2026 Inorga Pelangi Markus Purnomo Adi menyebut, layang-layang penting untuk dilestarikan karena bagian dari budaya lokal. Lewat kegiatan seperti ini, Markus berharap bisa menarik minat generasi muda untuk terus berkreasi. "Efek positifnya, kreativitas ini juga terus menambah jumlah klub layang-layang yang aktif di DIY" katanya Rabu (24/6).

Baca Juga: Polres Kulon Progo Bekuk Pelaku Pemalsuan Sertifikat IELTS untuk Melamar Kerja di Luar Negeri

Markus menyebut, pemilihan lokasi ini karena dinilai ideal dari sisi akses, lokasi yang strategis, serta kondisi angin yang mendukung. "Sebelumnya Lapangan Kebonagung juga sering digunakan bermain layang-layang naga oleh anak-anak muda," katanya.

Menurut Markus, ada tiga kategori layang-layang yang dilombakan. “Kategori tersebut terbagi dalam dua dimensi, tiga dimensi, dan train naga," rincinya.

Penilaian akan dibagi menjadi dua aspek, yakni penilaian bawah dan penilaian atas. Penilaian bawah meliputi keserasian gambar layang-layang dengan judul, kerapian dan konstruksi layang-layang, serta orisinalitas dan komposisi warna.

Baca Juga: Kejari Kota Jogja Terapkan Pasal Berlapis Bagi Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah di Kasus Daycare Little Aresha

"Penilaian atas meliputi proses terbang, kestabilan di udara dan kemampuan mengangkat badan layang-layang, lalu komposisi warga," ungkapnya.

Sebelum festival utama digelar, Kalurahan Kebonagung juga akan mengadakan lomba layang-layang naga Sabtu (27/6). Kegiatan tersebut terbuka bagi warga setempat dan luar kalurahan.

Selain menjadi ruang kompetisi, Markus berharap festival ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor riil. Khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal di Kalurahan Kebonagung, sekaligus menjadi wadah untuk mengasah kreativitas anak-anak. (cin/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#festival layang-layang raksasa #Festival Olahraga Daerah (Forda) II DIY 2026 Inorga Pelangi #Forda II DIY 2026 Inorga Pelangi #layang-layang #Lapangan Kebonagung