BANTUL - Pemilik akun Threads @gh05tx0 yang merupakan korban perundungan atau bullying saat sekolah di SMAN 2 Bantul mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul Rabu (24/6). Kedatangannya didampingi sang ayah tepat pukul 12.30 dan pertemuan berlangsung hingga 14.31.
Pendamping korban Dini Sandra yang ikut hadir menyebut, kedatangan korban adalah untuk menceritakan kronologi awal perundungan. Rentetan cerita itu akan menjadi acuan dari DP3AP2KB Bantul untuk menindaklanjuti penanganan kasus.
Baca Juga: PSIM Jogja Belum Ajukan SSA Bantul sebagai Homebase
Hanya saja, Dini pun tidak tahu pasti langkah apa yang akan diambil oleh dinas. Begitu pula dengan sanksi bagi guru maupun bagi pihak-pihak yang diduga terlibat. "Terkait penanganan, saya belum tahu persis," ungkapnya.
Warga Sewon ini pun berharap, kasus bisa segara selesai. "Dan kami harap, ke depan ada perbaikan untuk sistem pengajar di SMA Negeri 2 Bantul," katanya.
Menurutnya, sanksi bagi guru yang terlibat melakukan perundungan perlu diberikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga tata kelola SMAN 2 Bantul yang lebih baik.
Sementara itu, Plt Kepala DP3AP2KB Bantul Gunawan Budi Santoso tidak ingin memberikan komentar mengenai kasus perundungan SMAN 2 Bantul. Namun dia memastikan kasus tersebut akan ditangani. "Masih berproses," kata dia singkat.
Setelah pertemuan dengan DP3AP2KB Bantul, korban dan orang tuanya pun enggan untuk berkomentar. Mereka langsung memasuki mobil dan kembali pulang.
Terpisah, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 2 Bantul Husna Nisrina mengaku, akan mengikuti proses penanganan kasus yang saat ini ditangani oleh DP3APPKB Bantul. "Karena memang sudah dilaporkan dan sekarang pihak berwenang melakukan prosesnya, jadi kami mengikuti kooperatif," ucapnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita