BANTUL - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Bantul masih diwarnai berbagai kendala di tingkat pendaftar. Salah satunya adalah banyaknya wali murid yang masih kesulitan membuat akun dan memahami mekanisme pendaftara. Hal ini pun membuat orang tua memilih datang langsung ke posko layanan SPMB yang dibuka sekolah.
"Orang tua yang datang ke sekolah biasanya bingung membuat akun, menanyakan kuota, memilih sekolah, sampai cara mendaftarnya seperti apa," beber Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bantul Bethi Novianingsih di ruang kerjanya Selasa (24/6).
Baca Juga: Forum BEM se-DIY Bawa 10 Tuntutan ke DPRD DIY, Soroti MBG hingga Tuntaskan Krisis Sampah
Sejak posko dibuka, lanjutnya, sudah ada 79 wali murid yang meminta bantuan. Mereka mengalami kendala sarana pendukung saat mengakses sistem dari rumah. Mulai dari telepon seluler yang tidak mendukung, keterbatasan kuota internet, hingga kebingungan saat mengakses laman pendaftaran.
"Kalau ada yang kesulitan di rumah, kami layani di posko. Kami bantu mulai dari masuk ke sistem, membuat akun sampai proses verifikasi," katanya.
Menurutnya, tidak sedikit wali murid yang gagal membuat akun secara mandiri karena kurang memahami tahapan pendaftaran. Oleh karena itu, petugas posko memberikan pendampingan hingga seluruh proses dapat diselesaikan.
Baca Juga: Panduan Praktis Merawat Ikan Cupang bagi Pemula agar Tetap Sehat dan Cantik
"Sementara kami dari sekolah belum ada kendala. WiFi lancar, komputer juga memadai," katanya.
Di SMAN 1 Bantul, kuota penerimaan siswa baru tahun ini mencapai 324 siswa yang dibagi dalam lima jalur penerimaan. Hingga saat ini, kuota jalur prestasi dan afirmasi telah terpenuhi. “Jalur afirmasi dengan kuota 97 siswa sudah penuh,” bebernya.
Sementara jalur mutasi dari kuota 16 siswa, lanjutnya, baru terisi lima siswa. Sedangkan jalur radius dengan kuota 16 siswa, baru terisi dua siswa.
Sementara itu, Operator SPMB SMAN 1 Kretek Canggih Adi Luhur mengatakan, kendala yang paling sering ditemui adalah wali murid yang lupa kata sandi akun sehingga tidak dapat masuk ke sistem.
"Wali murid yang belum paham biasanya datang ke sekolah untuk dibantu memperbaiki akun," ujarnya.
Menurut dia, sekolah tetap membuka posko layanan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran berlangsung. Posko di SMAN 1 Kretek dijadwalkan beroperasi hingga Kamis (25/6).
Untuk jalur afirmasi di SMAN 1 Kretek, hingga saat ini jumlah pendaftar masih relatif sedikit. Dari kuota 42 siswa, pendaftar yang masuk baru sekitar sembilan siswa. Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik wilayah dan jumlah penduduk di sekitar sekolah. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita