Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Efisiensi, Pemkab Bantul Banya Bisa Berikan Bantuan ke Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu di Empat Kapanewon

Cintia Yuliani • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:33 WIB
Analis Kebijakan Ahli Muda Kersa Bantul Anang Aji Dewantono sedang menyampaikan laporan penerima bantuan di Kalurahan Tamantirto Kamis (18/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Analis Kebijakan Ahli Muda Kersa Bantul Anang Aji Dewantono sedang menyampaikan laporan penerima bantuan di Kalurahan Tamantirto Kamis (18/6). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Efisiensi anggaran berdampak pada penyaluran bantuan peningkatan kesejahteraan anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Bantul. Tahun lalu anak yatim, piatu, dan yatim piatu di setiap kapanewon mendapatkan bantuan peningkatan kesejahteraan. Namun tahun ini, hanya ada empat kapanewon dari total 17 kapanewon yang ada di Bantul.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kersa Bantul Anang Aji Dewantono mengatakan, empat kapanewon yang mendapatkan bantuan ini adalah Kapanewon Dlingo, Pandak, Imogiri, dan Kasihan. "Dipilih empat karena dengan dasar angka kemiskinan ekstrem di urutan teratas adalah empat kapanewon tersebut," jelasnya setelah acara penyerahan bantuan di Kalurahan Tamantirto Kamis (17/6).

Baca Juga: Terkuak!!! Kronologi Kasus Pembunuhan Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Ngrowo Kulon Progo, Berikut Hasil Rekonstrusi

Selain jumlah kapanewon yang mendapatkan bantuan berkurang, jumlah anak yang mendapatkan bantuan pun berkurang. Tahun lalu, Pemkab Bantul bisa menganggarkan sampai lebih dari 2.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Namun, saat ini hanya bisa menganggarkan 850 anak yang mendapatkan bantuan. "Mereka mendapatkan uang pembinaan Rp 150 ribu dan satu tas, di Kasihan ada 210 yang dapat bantuan," katanya.

Pemkab Bantul bekerja sama dengan Kamituwo di kalurahan untuk mendata anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang berhak mendapatkan bantuan. Anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang berada di panti tidak bisa mendapatkan bantuan. "Memang menjadi sasaran utama anak yatim, piatu, dan yatim piatu di luar panti," katanya.

Baca Juga: Disnaker Kebumen Bakal Gelar Job Fair 25-26 Juni, Pastikan Ada 2.000 Lowongan Kerja

Tujuan adanya bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan yatim, piatu, dan yatim piatu melalui bantuan sosial yang bersifat stimulan. Menjamin hak dasar mereka terutama yang tidak dalam pengasuhan keluarga atau panti. Serta memberikan dukungan moral terhadap yatim, yatim-piatu agar tetap semangat untuk menggapai masa depannya.

Kakak dari penerima manfaat Gilang Riki, 25, mengatakan, saudaranya telah mendapatkan bantuan peningkatan kesejahteraan sejak dua tahun terakhir. Dengan adanya bantuan ini dia mengaku merasa terbantu. Sebab, kondisi ekonomi saat ini semakin susah. "Bantuan ini untuk menyokong adik untuk masa depannya," katanya.

Dia pun berharap bantuan bisa terus berlangsung setiap tahunnya. Sebab, saudaranya masih bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD). Sehingga masih membutuhkan biaya yang banyak agar dapat melanjutkan pendidikannya. "Kami sudah ditinggal bapak tiga tahun yang lalu, kami tiga bersaudara," pungkasnya. (cin) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#piatu #bantuan #efisiensi #Bantul #yatim