Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuki Musim Kemarau, BPBD Bantul Siapkan Peminjaman Tandon Air Antisipasi Kekeringan

Cintia Yuliani • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:00 WIB
PENYALURAN: Petugas BPBD Bantul sedang menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. (Dokumentasi BPBD Bantul)
PENYALURAN: Petugas BPBD Bantul sedang menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. (Dokumentasi BPBD Bantul)

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat belum ada masyarakat yang mengajukan droping air selama musim kemarau. Namun, sejumlah tandon air berukuran 1.000 liter telah dipinjamkan ke sejumlah wilayah. 

Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan, saat ini tandon air dipinjam oleh warga Srandakan. Setelah musim kemarau selesai, tandon akan ditarik kembali. Namun saat ditanya jumlah tandon yang tersedia dan sudah dipinjamkan, dia tak bisa merincinya. "Sudah ada beberapa tandon air yang kami pinjamkan," ujarnya Selasa (16/6). 

 Baca Juga: Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Sebut Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan

Sementara permintaan droping air bersih, dia memperkirakan mulai masuk pertengahan hingga akhir Juli. Wilayah yang berpotensi terjadinya kekeringan pun tersebar di Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan, Pandak, Pajangan, dan Srandakan. 

"Menurut estimasi dan beberapa koordinasi musim kemarau kali ini bisa sampai November dan Desember," tuturnya. 

Oleh karena itu, dia turut mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan air. Serta tetap menjaga kondisi tubuh dalam keadaan prima. "Apabila membakar sampah mohon dibikin lubang, ditunggu kalau terpaksa dibakar karena rentan sekali api merembet," pesannya. 

Baca Juga: Tradisi Nawu Sendang Jadi Simbol Syukur Masyarakat Kaliberot Atas Sumber Air di Sumur Gedhe

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, anggaran awal untuk droping air telah disiapkan hingga Rp 20 juta. "Perkiraan anggaran tersebut bisa mencukupi distribusi sekitar 400 tangki air," jelasnya. 

 

Sementara itu, Panewu Pajangan Anjar Arintaka Putra menuturkan, sampai saat ini warganya belum mengajukan droping air. Sebab, air di daerahnya masih mencukupi. "Biasanya kalau sudah memasuki bulan September atau Oktober, mulai kering dan meminta droping air," bebernya. (cin/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul #tandon #kemarau #BPBD Bantul #Droping Air