BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mendapatkan jatah pupuk subsidi jenis Urea 9.320 ton dan 8.902 ton pupuk NPK. Namun hingga 30 Mei, penebusan pupuk oleh petani baru di angka 30 persen.
“Urea 33 persen, NPK 39 persen,” beber Penelaah Teknis kebijakan DKPP Bantul Retno Puji Astuti Selasa (16/6).
Pengaturan besaran distribusi pupuk untuk 17 kapanewon telah diatur pemerintah pusat. Kuota pupuk menyesuaikan lahan pertanian yang diajukan. Alokasi pupuk subsidi terbanyak berada di Kapanewon Imogiri dan Kapanewon Dlingo.
"Imogiri 954 ton Urea dan NPK 1.024 ton. Sedangkan Dlingo 822 ton Urea, dan NPK 1.057 ton," bebernya.
Baca Juga: Ikuti Arahan HB X, Nasabah BUKP Galur dan BUKP Wates Bakal Layangkan Gugatan Perdata
Namun, jika nantinya alokasi ternyata dirasa kurang bagi petani di Bantul, pihaknya masih tetap bisa mengusulkan tambahan alokasi ke Provinsi DIY maupun pusat.
Saat ini, para petani bisa menebus pupuk dengan membelinya di 46 kios yang ditunjuk. Kios pupuk ini, sudah masuk daftar elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). "Jadi petani tidak bisa membeli di sembarang kios," tegasnya.
Ia memastikan, harga eceran tertinggi (HET) pupuk di Bantul pun masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni pupuk Urea Rp 90 ribu per karung atau Rp 1.800 per kilogram. Sedangkan NPK Rp 92 ribu per karung atau Rp 1.840 per kilogram.
Baca Juga: Jalur Wisata Tergolong Ekstrem, Wisata Perbukitan Menoreh Butuh Perbaikan Infrastruktur
Sementara itu, Wakil Ketua Gapoktan Kalurahan Argomulyo Rakimin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan dua kali distribusi pupuk bersubsidi yang disalurkan pada masa tanam ke satu dan kedua. "Satu kali distribusi, saya dapat satu karung pupuk subsidi Rp 90 ribu per sak. Satu sak 50 kilogram," bebernya.
Menurutnya, pupuk subsidi yang biasanya disalurkan kepada sekitar 500 anggota Gapoktan Argomulyo mencukupi. Bahkan, tak jarang ada petani yang kelebihan pupuk subsidi. “Biasanya petani kami membeli pupuk subsidi di dua kios penyedia. Di Argomulyo dan Argorejo," tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita