BANTUL - Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam (PA) 2026 yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung (SSA) Minggu (14/6/2026) bukan sekadar ajang kompetisi. Dengan konsep karnaval yang diusung, acara ini turut berkontribusi dalam pelestarian budaya di DIY.
Nimas Lurah Paku Alam Adiak Saputri mengatakan, melalui konsep karnaval pada pembukaan acara, ditampilkan kereta prajurit, bergada, serta abdi dalem yang mengenakan busana Jawa jangkep.
"Kami digandeng di event ini dimaksudkan untuk memberdayakan kebudayaan lebih dari sekadar ada," katanya, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Meriahkan Reuni Akbar, Tekagama Gelar Ajang Lari Nasional Bulaksumur Run 2026
Dia menjelaskan, PA X merupakan sosok yang sangat peduli terhadap kebudayaan. Budaya yang biasanya hanya terlihat di lingkungan Pura Pakualaman kini dapat disaksikan masyarakat luas melalui karnaval pembukaan IHR. Sehingga menjadi salah satu upaya pelestarian budaya.
"Sebenarnya pacuan kuda sejak 2013 dari tahun ke tahun kami sudah mulai, cuma memang menjelang Covid sempat berhenti," ujarnya.
Saat pandemi Covid-19 kegiatan yang melibatkan kerumunan dilarang, sementara kondisi ekonomi juga belum sepenuhnya pulih. Pasalnya, penyelenggaraan pacuan kuda melibatkan banyak pihak dan sektor, kegiatan tersebut sempat terhenti.
Baca Juga: Lebih Hemat, Masyarakat Bantul Mulai Beralih ke Pertalite: Imbas Kenaikan Pertamax
Hadirnya pacuan kuda yang diselenggarakan oleh Sarga.Co menjadi salah satu cara untuk membangkitkan pacuan kuda di DIY.
Pacuan kuda ini juga turut mengubah stigma masyarakat bahwa olahraga tersebut hanya dinikmati kalangan menengah ke atas. Berbagai inovasi yang dihadirkan oleh Sarga.Co membuat pacuan kuda kini menarik minat anak muda maupun masyarakat umum.
"Dengan berbagai entertainment yang berbeda dengan keceriaan yang dihadirkan, Isya Allah pacuan kuda akan ada yang meneruskan budaya ini," jelasnya.
Sementara itu, Sri Paduka Paku Alam X menyampaikan penyelenggaraan Piala Paku Alam merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan olahraga berkuda di Indonesia.
“Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, IHR Piala Paku Alam juga menjadi perwujudan sinergi antara tradisi dan modernitas," katanya.
Menurutnya, kejuaraan ini membawa semangat pelestarian budaya pacuan kuda yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Jogjakarta, sekaligus menghadirkan pengalaman hiburan olahraga yang semakin relevan bagi generasi muda.
Baca Juga: Pemkot Jogja dan DPRD Kota Jogja Siap Fasilitasi Lampu Stadion Mandala Krida
VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan menjelaskan, Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam 2026 tampil dengan konsep yang berbeda. Selain karnaval, penonton dapat menikmati popcorn dan cotton candy gratis. Tersedia pula kompetisi karaoke, penampilan langsung Inul Daratista, serta parade cosplayer yang memeriahkan acara.
"Selain joki-joki yang berkompetisi, para cosplayer di akhir acara akan bertanding berlari di pacuan kuda, terdiri dari dua kelas wanita dan pria," paparnya.
Piala Paku Alam kali ini merupakan bagian dari rangkaian King’s Cup Series IHR 2026. Sebanyak 156 ekor kuda dari 10 daerah di Indonesia bertarung dalam 18 race untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 600 juta. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita