Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispar Bantul Gandeng Dispar DIY, Kampus, hingga Perusahaan untuk Tingkatkan Kualitas Desa Wisata

Cintia Yuliani • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:15 WIB
FOKUS: Seorang pembatik kayu di Desa Wisata Krebet sedang membuat batik di atas kayu. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
 
FOKUS: Seorang pembatik kayu di Desa Wisata Krebet sedang membuat batik di atas kayu. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)  

BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul terus berupaya meningkatkan kualitas desa wisata di Bumi Projotamansari. Yakni dengan kolaborasi bersama Dispar DIY, perguruan tinggi, hingga perusahaan. 

"Misal perguruan tinggi ada kegiatan berkaitan dengan desa wisata kita ikutkan," jelas Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Dispar Bantul Suharno Jumat (12/6). 

Baca Juga: Jabat sebagai Plt Kepala Kantor Pertanahan Sleman, Andi Reza Pastikan Lakukan Evaluasi 

Sementara kerja sama dengan Dispar DIY, lanjutnya, berupa bimbingan teknis pengelolaan destinasi kepada pengurus. Serta pembuatan nomor induk berusaha (NIB). "Aktif mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial, web, Instagram dan sebagainya juga menjadi upaya kami," katanya. 

Kegiatan yang hanya bisa diselenggarakan oleh Dispar Bantul untuk meningkatkan potensi desa wisata yakni Gebyar Desa Wisata pada April lalu. Pengelola desa wisata bisa memamerkan produk unggulannya dan mendapatkan ilmu melalui diskusi bersama ahlinya. "Acara itu kita mengundang seluruh desa wisata di Bantul," tuturnya. 

Baca Juga: UAJY Tegaskan Pemberhentian Dosen Berinisial R Sudah Sesuai Prosedur

Dia tidak menampik, efisiensi anggaran membuat banyaknya kegiatan peningkatan potensi desa wisata hilang. Seperti tahun lalu, masih ada pameran, travel dialog, pembuatan bahan promosi, serta acara yang mempertemukan buyer dan seller

Kini, dinasnya hanya bisa menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengurus desa wisata. Contohnya pelatihan pengelolaan homestay, kuliner, dan kebersihan lingkungan, serta pemasaran digital. "Tapi memang khusus kegiatan itu nggak bisa dilaksanakan semua," lontarnya. 

Baca Juga: UAJY Tegaskan Pemberhentian Dosen Berinisial R Sudah Sesuai Prosedur

Dari 54 desa wisata di Bantul, kata Suharno, hanya Desa Wisata Wukirsari dan Desa Wisata Krebet yang paling berkembang. Hal ini karena keduanya memiliki daya tarik tersendiri. Berupa batik tulis dan wayang, serta batik kayu. 

Sementara itu, Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisata pembangunan sarana pariwisata tetap digencarkan. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembuatan oleh-oleh khas Wukirsari untuk meningkatkan menarik wisatawan berkunjung ke desa wisatanya. "Eduwisata batik dan wayang dengan 634 pembatik serta pembuat wayang 326 orang, saya kira bisa menjadi daya tarik wisatawan," ujarnya. (cin/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul #kolaborasi #destinasi #Dispar DIY #desa wisata