STTKD Yogyakarta jadi Lokasi Nikah Bareng, 20 Pasangan Menikah di dalam Pesawat

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 10 Juni 2026 | 19:39 WIB
Akad Nikah: Pasangan pengantin sedang melangsungkan akad nikah di atas pesawat STTKD Yogyakarta Senin (8/6) - Cintia Yuliani/Radar Jogja
Akad Nikah: Pasangan pengantin sedang melangsungkan akad nikah di atas pesawat STTKD Yogyakarta Senin (8/6) - Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Pasangan pengantin dari berbagai daerah melangsungkan nikah bareng di dalam pesawat terbang yang digelar di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Senin (8/7).

Pada kesempatan ini, Ketua STTKD Yogyakarta Erwhin Irmawan juga menyampaikan sekolah penerbangan ini telah berdiri sejak 29 April 1995.

"Jadi 29 April kemarin, kurang lebih 31 tahun STTKD telah berdiri," jelasnya saat acara Nikah Bareng Motor Mabur di STTKD Senin (8/7).

Terdapat sembilan program studi yang ada di STTKD Yogyakarta dari D1 sampai sampai S2. Yakni D1 Ground Handling, D1 Pramugari-Pramugara, D3 Manajemen Transportasi, D3 Aeronautika, D4 Manajemen Transportasi Udara, S1 Rekayasa Mesin, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Dirgantara, dan S2 Teknik Dirgantara. 

Baca Juga: Cukupi Operasional BBM Damkar, Wali Kota Jogja Upayakan Dukungan Anggaran Lewat APBD Perubahan dan BTT

Ia mengatakan, jumlah kebutuhan industri penerbangan saat ini semakin meningkat, dibuktikan dengan adanya rekrutmen di 2026 telah ada empat perusahaan penerbangan besar bekerja sama dengan STTKD Yogyakarta. Ini membuktikan bahwa jurusan penerbangan makin dibutuhkan di dunia kerja. 

Lanjutnya, dengan ide unik menikah di atas pesawat milik STTKD Yogyakarta, pihaknya merasa sangat terhormat STTKD dapat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan nikah bareng yang bekerja sama dengan Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbentuknya ikatan yang sakinah, mawadah, dan warahmah bagi para pasangan pengantin.

"Artinya bukan hanya secara seremonial saja, tetapi secara filosofi nanti calon pengantin akan bisa terbang bersama-sama," jelasnya 

Lanjutnya, filosofi pesawat terbang yang memiliki dua mesin di sisi kanan dan kiri menggambarkan mempelai pria dan wanita yang akan menjadi suami istri. Keduanya harus saling mendukung, mendorong, dan melengkapi satu sama lain.

"Alhamdulillah ini yang kedua kalinya STTKD mendapatkan kesempatan nikah bareng," katanya.

Menurutnya, acara tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mewujudkan impian melangsungkan pernikahan meski memiliki berbagai keterbatasan.

Sebanyak 20 pasangan pengantin mengenakan berbagai busana adat, seperti adat Jawa dan Sumatra. Para calon pengantin diarak menggunakan drum band persembahan taruna dan taruni STTKD untuk memasuki lingkungan kampus.

Setelah itu, mereka disambut dengan pedang pora dan taburan bunga. Selanjutnya, para calon pengantin diminta duduk untuk mengikuti pembukaan acara Nikah Bareng Ning Motor Mabur yang juga diiringi lagu-lagu Jawa dan alunan gamelan.

Terdapat tiga pesawat yang digunakan untuk melangsungkan prosesi ijab kabul para calon pengantin. Raut wajah bahagia tampak terpancar dari para calon pengantin. Keluarga mereka juga turut mendukung dengan menyaksikan langsung acara tersebut.

Baca Juga: 13 Asosiasi Tim di Piala Dunia 2026 Kecam Komentar Presiden UEFA Yang Menilai Pertandingan Tidak Menarik

Ketua Baznas DIY Puji Astuti mengatakan, pihaknya setiap tahun selalu mengadakan nikah bareng bekerja sama dengan Fortais yang mengusung tema menarik dengan konsep pernikahan di tempat-tempat unik.

"Tahun ini kami punya ide di STTKD, karena ada beberapa pesawat, karena tagline-nya take off menuju halal Indonesia emas," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya acara ini calon pengantin yang belum dapat melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat bisa terbantu.

"Sehingga menjadi suami istri yang sakinah, mawaddah, dan warahmah," harapnya.

Sementara itu, pasangan termuda yang mengikuti Nikah Bareng Ning Motor Mabur Cretentia Ageng, 20, mengaku tidak menyangka dapat melangsungkan pernikahan di atas pesawat tanpa mengeluarkan biaya alias gratis.

"Kami sangat bahagia, ngga nyangka bisa nikah dengan konsep yang luar biasa," katanya. (Cin)

Editor : Bahana.
STTKD Yogyakarta pengantin