BANTUL - Sampah jenis plastik berhasil disulap oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah Imogiri menjadi bahan bakar setara solar. Dibakar dengan mesin pirolisis, sampah akan berubah jadi petasol.
Inovasi yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini merupakan proses termal tracking hidrokarbon dengan kondisi anaerob atau tanpa oksigen. Sampah akan dipanaskan pada suhu 250-350 derajat celcius selama tujuh sampai delapan jam. "Plastik kan asalnya dari minyak bumi, kita kembalikan menjadi minyak bumi," kata Perwakilan BRIN Heru Santoso Selasa (9/6).
Satu kilogram sampah, lanjutnya, mampu menghasilkan 0,9 liter minyak. Per liternya bisa dijual seharga Rp 10 ribu. Jauh berbeda dengan plastik residu yang dihargai Rp 200 per kilogram (kg).
Sementara untuk biaya produksi mesin pirolisi, lanjutnya, hanya di angka Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per kg. "Sehari bisa menghasil 40 sampai 45 liter dari 50 kg sampah plastik," rincinya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, inovasi ini setidaknya akan mengurangi dua masalah di Bantul. Yakni timbunan sampah dan subsidi energi. “Artinya subsidi pengurangan kebutuhan energi yang berbahan fosil," tuturnya.
Jika seluruh sampah plastik yang diproduksi setiap hari di Bantul dapat diserap sepenuhnya, hal ini akan menjadi potensi perbaikan lingkungan yang signifikan sekaligus menyediakan sumber BBM alternatif yang berkualitas.
"Ini kan baru demplot di KSM Pilah Berkah Imogiri ini nanti Insya Allah akan kami kembangkan di KSM lain," katanya.
Dengan harga mesin pirolisis Rp 150 juta dia memastikan akan mengembangkan bahan bakar dari plastik itu. Nantinya KSM yang dilihat telah siap, Pemkab Bantul akan memfasilitasi mesin pirolisis. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita