BANTUL - Pameran Seni Rupa "Mata Hati Soekarno" di Le Gareca Space, Kasihan, Bantul langsung dibuka oleh Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri Sabtu (6/6). Pameran yang melibatkan 47 perupa lintas generasi ini menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali gagasan, semangat, dan pemikiran Bung Karno melalui beragam medium seni rupa.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam pembukaan pameran yang berlokasi di Jalan Padokan Baru B789, Jogonalan Lor, Tirtonirmolo. Seperti di antaranya Butet Kartaredjasa, GKR Hemas, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, hingga Rano Karno.
Pameran ini dipilih untuk menggali cara pandang para perupa dalam memahami sosok Soekarno sebagai manusia, proklamator, presiden, sekaligus inspirator bangsa. Namun, pameran ini tidak hanya menampilkan figur Bung Karno secara visual. Tetapi juga berupaya membaca kembali warisan gagasan dan nilai-nilai yang ditinggalkannya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Kampanyekan Kendaraan Listrik di Jogja Bersinar, Targetkan Jadi Kota Wisata Nir Emisi
"Tema ini menantang para perupa untuk keluar dari jebakan klise dan menemukan sudut pandang yang lebih dalam, luas, dan tajam dalam memaknai Soekarno," jelas Kurator Pameran Suwarno Wisetrotomo.
Soekarno, lanjutnya, merupakan sosok yang tidak pernah selesai untuk dibaca dan dimaknai oleh generasi demi generasi. "Soekarno adalah nama, sosok, peristiwa, dan gairah yang tak pernah selesai dibaca. Hingga lebih dari setengah abad setelah wafatnya, ia terus dikenang dengan beragam cara," katanya.
Salah satu perupa yang terlibat dalam pameran, Agus Noor, menilai pameran tersebut merupakan upaya menghadirkan kembali pemikiran-pemikiran Bung Karno kepada masyarakat melalui bahasa seni. "Pameran ini adalah upaya mengaktualisasikan kembali pemikiran, ide, dan karya-karya Bung Karno agar tetap relevan dengan kehidupan hari ini," kata Agus.
Baca Juga: DPR Pegang Kendali, Rencana Pemerintah Legalkan Rokok Ilegal Belum Direstui
Ia menambahkan, semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno masih menjadi fondasi penting bagi Indonesia saat ini. "Jangan pernah kapok menjadi Indonesia," pesannya.
Megawati dalam sambutannya mengaku, memiliki kedekatan emosional dengan tema pameran tersebut. Selain merupakan putri Proklamator RI, dia sekaligus lahir di Istana Kepresidenan Jogjakarta. Ketika ibu kota negara sementara dipindahkan dari Jakarta ke Jogja pada masa revolusi.
Megawati menyebut, Bung Karno dan Fatmawati memiliki jiwa seni yang kuat meskipun tidak banyak ditampilkan kepada publik. “Bapak dan ibu saya sebenarnya seniman. Saya sejak kecil diajari menari Bali, Jawa, Sunda, sampai Sumatera. Itu diajarkan dengan sungguh-sungguh," kenangnya.
Menurut Megawati, kecintaan Bung Karno terhadap seni salah satunya juga terlihat dari kebiasaannya berinteraksi dengan para seniman dan pelukis besar Indonesia. Ia mengaku mengenal sejumlah maestro yang kerap berdiskusi dan berkarya bersama sang ayah.
Dia pun berharap, ruang-ruang kesenian terus tumbuh dan dapat diakses masyarakat luas. Terutama oleh generasi muda. "Saya senang sekali kalau terus-menerus ada padepokan atau tempat seni yang bisa inklusif dirasakan oleh seluruh rakyat. Seni adalah sesuatu yang sangat baik bagi kemanusiaan," ungkapnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita