BANTUL - Sebanyak 422 rumah di Bantul mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang tersebar di 12 kapanewon dan 17 kalurahan yang ada di Bantul. Dari bantuan itu, masing-masing penerima manfaat mendapat Rp 20 juta untuk memperbaiki huniannya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, terdapat beberapa persyaratan yang bisa mendapatkan bantuan ini.
Warga yang sudah berkeluarga dan diprioritaskan masuk dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN), belum pernah memperoleh BSPS, memiliki atau menguasai tanah dengan bukti kepemilikan dan penguasaan yang jelas dan sah.
Baca Juga: Dandan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MBG
Serta termasuk kelompok rumah tangga desil empat ke bawah atau penghasilan maksimal UMK/UMP.
"Contohnya penerima bantuan ini Ibu Tukiyem asal Srimulyo, Piyungan, buruh harian lepas, pendapatannya kurang lebih Rp 1 jutaan," katanya saat mengecek lokasi rumah Tukiyem di Srimulyo, Piyungan Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, Tukiyem, 66, mengaku telah hidup sendiri di rumahnya. Tujuh anaknya telah bekerja dan memiliki keluarga masing-masing.
Suaminya pun telah meninggal dunia sejak empat tahun yang lalu. "Sudah 42 tahun saya tinggal di sini," ujarnya.
Kesehariannya pun hanya menjadi buruh harian lepas. Seperti mencari gabah saat panen untuk dijual kembali. Ia pun merasa senang saat mendapatkan bantuan dari pemerintah, rumah yang dihuninya akan menjadi lebih nyaman untuk ditinggali. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita