BANTUL - Sebanyak 200 wali murid mendatangi Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di depan Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul sejak Selasa (2/6) sampai Rabu (3/6). Kedatangan mereka untuk meminta bantuan petugas terkait kendala yang dihadapi.
"Kendala dari mereka pengajuan akun, data kependudukan, data afirmasi terutama keluarga tidak mampu, dan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN)," jelas Sekretaris Disdikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih Rabu (3/6).
Baca Juga: Pecinta Literasi Bisa Merapat! Rekomendasi Toko Buku di Jogja yang Membuat Nostalgia
Dia menjelaskan, permasalahan pengajuan akun umumnya terkendala migrasi data nilai rapor dari server ke aplikasi SPMB. "Tapi sudah tertangani, hari ini (kemarin, Red) sudah jalan," katanya.
Menurutnya, sebagian besar kendala bersifat teknis karena masih banyak orang tua yang belum memahami teknologi. Selain itu, tidak semua sekolah membuka posko layanan SPMB.
Baca Juga: Kejari Sleman Musnahkan 1500 Tas Laptop Barang Bukti Korupsi Pengadaan Alat Diklat
Selain Disdikpora Bantul yang menangani kendala teknis, dua instansi lain juga turut membantu permasalahan yang dialami wali murid terkait SPMB. Seperti Dinas Sosial (Dinsos) Bantul yang menangani DTSEN dan jalur afirmasi, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul menangani persoalan data kependudukan. "Ada 20 petugas yang melayani setiap harinya dan dibagi dua sif," katanya.
Selain posko yang disiapkan di depan kantor Disdikpora Bantul, pihaknya juga membuka layanan konsultasi melalui WhatsApp, buku tamu, dan laman web. "Jadi mereka bisa terlayani dengan baik," katanya.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Soroti Distorsi Informasi Swasembada Pangan, Lihat Data dan Fakta
Sementara itu, warga Pendowoharjo, Sewon, Purwanti, 39, memilih datang ke posko SPMB di depan kantor Disdikpora Bantul untuk memperbaiki data anaknya yang salah pada aplikasi SPMB. "Antrenya lama saya dari jam sembilan sampai jam 10.00 belum dipanggil," katanya.
Dia berencana mendaftarkan anaknya ke SMPN 2 Bantul melalui jalur prestasi. Namun jika tidak lolos, dia akan mendaftar melalui jalur wilayah. "Kebetulan masuk wilayah satu," tuturnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita