Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Januari hingga Awal Juni, Dinkes Bantul Catat 45 Kasus HIV/AIDS, Rata-Rata Didominasi Usia Produktif

Cintia Yuliani • Selasa, 2 Juni 2026 | 20:15 WIB
PENYAKIT MENULAR: Dinkes Bantul masih menemukan 45 HIV/AIDS di Kabupaten Bantul sejak Januari hingga awal Juni. Penderitanya didominasi usia produktif dengan gaya hidup bebas. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
PENYAKIT MENULAR: Dinkes Bantul masih menemukan 45 HIV/AIDS di Kabupaten Bantul sejak Januari hingga awal Juni. Penderitanya didominasi usia produktif dengan gaya hidup bebas. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat penderita HIV/AIDS di Bantul dari Januari hingga awal Juni mencapai 45 kasus. Dari jumlah tersebut, penderita didominasi usia produktif, yakni dari 20 tahun sampai 29 tahun. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan, dominasi kasus HIV/AIDS di usia produktif karena banyak dari mereka menyalahgunakan dalam mengakses teknologi informasi. Tingkat mobilitas yang tinggi juga turut berpengaruh. "Sehingga kelompok usia produktif melakukan kontak dengan kelompok berisiko," tuturnya Selasa (2/6). 

 Baca Juga: Molor! Pemohon Keluhkan Pengajuan Izin PBG Lambat, Harus Nunggu 2,5 Tahun: Ini Kata Hasto Wardoyo

Mengatasi hal tersebut, pihaknya berupaya terus melakukan edukasi terkait dengan perilaku yang bisa mencegah HIV/AIDS sebagai upaya penanggulangan. Antara lain melakukan diseminasi informasi HIV/AIDS pada populasi kunci, melakukan voluntary counseling and testing (VCT) mobile bekerja sama dengan Yayasan Vesta. Serta melakukan pendampingan kepada orang dengan HIV/AIDS bekerja sama dengan Yayasan Victory Plus. 

Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara mengatakan, tiga tahun terakhir ada penurunan jumlah pengidap HIV/AIDS. Pada 2023, tercatat terdapat 180 kasus. Kemudian turun menjadi 169 kasus pada 2024. Kasus kembali turun tahun lalu dengan total hanya 155. 

 Baca Juga: Polda DIY Resmi Tetapkan Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji Jadi Tersangka Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa

"Gaya hidup anak muda berhubungan seksual dengan tidak aman, juga berpengaruh terhadap jumlah kasus yang didominasi usia produktif," katanya. 

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul Atthobari mengatakan, pihaknya memberikan layanan untuk pengidap HIV/AIDS, seperti care, support, and treatment (CST). Mencakup perawatan medis, dukungan psikososial, konseling, dan pengujian sukarela, serta pendampingan untuk memastikan kepatuhan pengobatan dan pencegahan penularan. 

"Kami juga bekerja sama dengan layanan HIV/AIDS lain seperti puskesmas dan layanan pendamping sebaya," ungkapnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul #penderita #usia produktif #HIV/AIDS #kasus