BANTUL - Gapoktan Sari Kismo Poncosari di Padukuhan Krajan, Poncosari, Srandakan mencoba menggunakan benih padi Bridantara 8. Varietas ini diklaim dengan produktivitas yang tinggi dan tahan terhadap serangan hama.
Terbukti, hasil gabah kering panen (GKP) yang sebelumnya hanya delapan ton menjadi 11,3 ton hingga 11,6 ton per hektare. Penggunaan varietas benih padi ini tak lepas dari inisiatif Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Memang bandel keunggulan varietas ini, usianya 75 sampai 83 hari sudah panen," jelas Ketua Umum YSPN Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo saat panen raya Sabtu (30/5).
Padi hibrida ini, lanjutnya, juga tahan air. Cocok ditanam di wilayah Poncosari yang kerap dilanda banjir.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, hasil 11,3 ton GKP per hektare adalah tertinggi. “Memecahkan rekor produktivitas padi per hektare di Bantul," sebutnya.
Namun, ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dengan gapoktan. Jika hasil evaluasi layak secara teknis dan ekonomis, pemkab akan mengembangkan varietas ini. "Kita cari yang terbaik, kita sudah surplus 70 ton," tuturnya.
Jika surplus beras semakin besar, Kabupaten Bantul berpotensi untuk memperluas penjualan beras. Tidak hanya ke daerah lain, namun juga merambah pasar ekspor. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita