Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gapoktan Sari Kismo Poncosari, Bantul Gunakan Benih Padi Varietas Bridantara 8, Hasil GKP Tiga Ton Lebih Banyak

Cintia Yuliani • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:30 WIB
PANEN RAYA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama Gapoktan Sari Kismo Poncosari dan YSPN di Krajan, Poncosari, Srandakan melakukan panen Sabtu (30/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
PANEN RAYA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama Gapoktan Sari Kismo Poncosari dan YSPN di Krajan, Poncosari, Srandakan melakukan panen Sabtu (30/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja) 

BANTUL - Gapoktan Sari Kismo Poncosari di Padukuhan Krajan, Poncosari, Srandakan mencoba menggunakan benih padi Bridantara 8. Varietas ini diklaim dengan produktivitas yang tinggi dan tahan terhadap serangan hama. 

Terbukti, hasil gabah kering panen (GKP) yang sebelumnya hanya delapan ton menjadi 11,3 ton hingga 11,6 ton per hektare. Penggunaan varietas benih padi ini tak lepas dari inisiatif Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Baca Juga: Ajak Mahasiswa Bersatu Hadapi Hoaks dan Kritis terhadap Informasi Digital, Serukan Pentingnya Kebangkitan Intelektual Pemuda 

"Memang bandel keunggulan varietas ini, usianya 75 sampai 83 hari sudah panen," jelas Ketua Umum YSPN Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo saat panen raya Sabtu (30/5).

Padi hibrida ini, lanjutnya, juga tahan air. Cocok ditanam di wilayah Poncosari yang kerap dilanda banjir. 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, hasil 11,3 ton GKP per hektare adalah tertinggi. “Memecahkan rekor produktivitas padi per hektare di Bantul," sebutnya. 

 Baca Juga: El Nino Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Tahun, BMKG Yogyakarta Ungkap Potensi Kemarau di DIY Lebih Panjang

Namun, ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dengan gapoktan. Jika hasil evaluasi layak secara teknis dan ekonomis, pemkab akan mengembangkan varietas ini. "Kita cari yang terbaik, kita sudah surplus 70 ton," tuturnya.  

Jika surplus beras semakin besar, Kabupaten Bantul berpotensi untuk memperluas penjualan beras. Tidak hanya ke daerah lain, namun juga merambah pasar ekspor. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Gapoktan Sari Kismo Poncosari #bridantara 8 #gabah kering panen #produktivitas #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih