Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nor Jayadi Ciptakan Buffalo Lazy Chair, Kursi Estetik Berbahan Kayu Jati dan Kulit Kambing

Cintia Yuliani • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:52 WIB
Kursi Bufallo Lazy Chair karya seniman Nor Jayadi - Dokumentasi Pribadi
Kursi Bufallo Lazy Chair karya seniman Nor Jayadi - Dokumentasi Pribadi

BANTUL - Perkembangan gaya hidup masyarakat modern mendorong meningkatnya kebutuhan akan furnitur yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana duduk, tetapi juga memiliki nilai etnik, estetik, dan ikonik.

Oleh karena itu, seniman sekaligus dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Nor Jayadi terus berinovasi melalui karya-karyanya.

Dalam karya seni bertajuk Bufallo Lazy Chair, ia menghadirkan desain kursi dengan material yang berbeda dari kebanyakan furnitur pada umumnya.

“Kursi berukuran 76 x 72,5 x 70 sentimeter ini menggunakan material kayu jati dan kulit kambing,” jelasnya Jumat (29/5).

Selain memiliki desain estetik dan material yang unik, karya tersebut juga mengutamakan unsur ergonomi. Penggunaan material natural bernuansa etnik menjadi daya tarik tersendiri karena sifat bahannya yang alami namun tetap lentur.

Baca Juga: Puji Atmosfer Sepak Bola Sleman, Ansyari Lubis Dipastikan Bertahan di PSS

“Material natural etnik menjadi sumber inspirasi saya,” tuturnya.

Karya unik tersebut dipamerkan dalam ajang International Exhibition Artistic Synergy: Celebrating the New MOU between Thailand and Indonesia 2025.

Ia mengatakan, setiap desain yang dibuat selalu berorientasi pada produk massal dan kebutuhan pasar dengan terus menghadirkan inovasi yang sesuai perkembangan tren desain terkini. Menurutnya, kunci keberhasilan sebuah produk adalah inovasi dan desain yang menjadi barometer utama.

“Karena dengan desain baru, produk akan selalu menarik untuk dipasarkan. Itu yang selalu dicari konsumen,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) sekaligus kurator Pameran Thailand–Indonesia 2025 Anom Wibisono menilai, karya seniman ISI tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang kuat, baik dari sisi material maupun desainnya.

Menurutnya, perpaduan kayu dengan balutan kulit kambing membuat Bufallo Lazy Chair tampil berbeda. Selain itu, desain kursi tetap memperhatikan kaidah kenyamanan sehingga tidak hanya unik secara visual, tetapi juga nyaman digunakan. Keunikannya terlihat dari material dan desain sandaran punggungnya yang menarik. 

"Bentuknya memberi kesan santai dan tidak formal, sehingga hanya dengan melihatnya saja sudah terasa kenyamanannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi desain sangat penting dalam dunia pemasaran furnitur karena pasar sangat sensitif terhadap pembaruan desain, tekstur material, estetika, fungsi, hingga aspek ergonomi.

Baca Juga: Prof Erma Yulihastin: Fase Kering Mulai Muncul di Selatan Indonesia, Jawa Siap Masuk Kemarau Konsisten Akibat El Niño

“Keunggulan seperti ini memberi nilai lebih yang otentik dan memiliki daya jual internasional. Artinya, desainnya sudah memahami selera pasar global,” katanya.

Anom menjelaskan, salah satu pembeda kursi tersebut terletak pada bentuk kaki kursi yang dibuat menyudut dan desain sandaran yang menyerupai topi penggembala. Unsur etnik dan kekuatan karakter desain itulah yang membuat karya tersebut tampil menonjol.

Menurutnya, kursi tersebut cocok ditempatkan di area nonformal seperti lobi hotel, ruang keluarga, teras rumah, maupun area santai kafe bergaya kasual.

“Kursi seperti ini nyaman digunakan untuk berbincang atau berdiskusi santai karena tidak memberi kesan formal,” pungkasnya.  (cin)

Editor : Bahana.
#buffalo lazy chair #Bantul