Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Dekade Pascagempa Bantul, Bupati Sebut Potensi Bencana Tak Bisa Dihilangkan tapi Risiko Bisa Dikurangi

Cintia Yuliani • Rabu, 27 Mei 2026 | 17:18 WIB

 

MENGENANG: Anak-anak sekolah sedang melihat pameran foto peristiwa gempa bumi 2006 silam di Potrobayan, Srihardono, Pundong. Dokumentasi Pemkab Bantul
MENGENANG: Anak-anak sekolah sedang melihat pameran foto peristiwa gempa bumi 2006 silam di Potrobayan, Srihardono, Pundong. Dokumentasi Pemkab Bantul

 

 

BANTUL - Dua puluh tahun telah berlalu sejak gempa bumi berkekuatan 5,9 SR pada Sabtu pagi 27 Mei 2006 silam silam.

Tragedi memilukan yang merenggut hampir 6.000 korban jiwa tersebut kini menjadi refleksi mendalam bagi jajaran Pemkab Bantul dan masyarakatnya untuk terus merawat ingatan sekaligus memperkuat ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan, momentum dua dekade pascagempa ini harus menjadi pelajaran berharga.

Baca Juga: 10 KDMP di Kulon Progo Terima Bantuan Mulai dari Kendaraan Roda Tiga hingga Truk

Mengingat letak geografis Bantul yang berada di kawasan rawan, kesiapsiagaan, resiliensi, dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama yang tidak boleh kendur. Menurutnya, potensi bencana alam sama sekali tidak bisa dicegah atau dihilangkan.

"Yang bisa kita lakukan dan kurangi adalah risiko dampaknya," ujar Halim saat ditemui di Masjid Agung Manunggal Bantul Rabu (27/5).

Halim menjelaskan, pengurangan risiko bencana tersebut dapat dicapai secara efektif melalui kesiapsiagaan yang matang dan rancangan sistem mitigasi yang terencana.

Baca Juga: Beringharjo Great Sale Dongkrak Transaksi Digital di Pasar Rakyat Hingga Rp 60 Miliar

Oleh sebab itu, Pemkab Bantul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat jejaring berbasis masyarakat, salah satunya dengan mengoptimalkan peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Selain edukasi langkah mitigasi secara masif, pemenuhan infrastruktur kebencanaan juga terus dikebut. Pemkab Bantul berkomitmen untuk terus melengkapi sarana dan prasarana penunjang kedaruratan, seperti pemutakhiran alat-alat pemantau.

Baca Juga: Potongan Daging Sapi Bantuan Presiden RI di Kulon Progo Dibagikan dengan Dekon

"Misalnya early warning system (EWS) di pantai hingga sensor getaran seismik yang dimiliki BPBD, ini terus kita lengkapi," lanjutnya.

Dengan pengalaman kolektif dan sejarah kelam yang pernah dilewati pada tahun 2006 lalu, Halim berharap masyarakat Bantul saat ini bisa jauh lebih siap menghadapi bencana. "Kami punya pengalaman itu, mestinya Bantul lebih tangguh dan siaga," tegasnya.

Editor : Heru Pratomo
#Gempa Bantul 2006 #27 mei 2006 #potensi bencana #Abdul Halim Muslih #pascagempa