Pemkab Bantul Perkuat Mitigasi Gempa dan Edukasi Kebencanaan
Cintia Yuliani• Selasa, 26 Mei 2026 | 21:45 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus memperkuat upaya mitigasi bencana gempa bumi sebagai refleksi atas peristiwa gempa besar tahun 2006 yang pernah mengguncang wilayah tersebut. Gempa itu menjadi pengingat Bantul memiliki potensi bencana yang cukup banyak dan variatif, salah satunya gempa bumi karena adanya beberapa sesar yang melintasi wilayah Bumi Projotamansari ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja mengatakan masyarakat perlu memahami potensi gempa merupakan bagian dari kondisi alam yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik.
“Bantul punya potensi bencana yang cukup banyak dan variatif, salah satunya gempa,” ujarnya Selasa (26/5).
Menurut Agus, wilayah yang memiliki sesar aktif maupun gunung berapi umumnya merupakan daerah yang subur sehingga masyarakat tidak perlu takut, melainkan harus mampu hidup berdampingan dengan potensi tersebut melalui langkah mitigasi. Ia menegaskan dampak besar saat gempa sering kali bukan disebabkan oleh gempanya. “Yang bikin celaka itu bukan gempanya, tetapi bangunan yang tidak kuat,” katanya.
Karena itu, Pemkab Bantul terus mendorong penguatan bangunan, menjaga lingkungan, menyiapkan jalur evakuasi, serta memperkuat edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi dinilai menjadi hal paling penting agar masyarakat memahami potensi bencana yang ada meski waktu terjadinya gempa tidak bisa diprediksi.
Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai isu terkait prediksi gempa besar atau megathrust yang beredar di masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini belum ada ilmu yang mampu memastikan kapan gempa akan terjadi.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena Bantul berada di kawasan yang memiliki beberapa sesar aktif dan berpotensi mengalami gempa bumi.
Saat ini, rangkaian refleksi gempa secara nasional juga digelar di kawasan Prambanan. Selain itu, Pemkab Bantul turut menghadirkan pameran foto dan arsip kebencanaan melalui Dinas Perpustakaan dan kearsipan (Dispusip) Bantul sebagai sarana edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar terus menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi. (cin)