Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ormas Bubarkan Ibadah Jemaat Gereja Misi Sejahtera di Sewon, Pihak Gereja Klaim Kantongi SKTL dari Kanwil Kemenag DIY

Cintia Yuliani • Senin, 25 Mei 2026 | 21:03 WIB
TAMPAK DEPAN: Gedung GMS yang menjadi lokasi pembubaran peribadatan. Tampak tukang bangunan sedang melakukan renovasi gedung tersebut kemarin (25/5/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja
TAMPAK DEPAN: Gedung GMS yang menjadi lokasi pembubaran peribadatan. Tampak tukang bangunan sedang melakukan renovasi gedung tersebut kemarin (25/5/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Kegiatan peribadatan jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Padukuhan Glugo, Panggungharjo, Sewon dibubarkan paksa oleh massa ormas pada Minggu (24/5/2026) lalu. Pembubaran terjadi meski pihak gereja mengklaim telah mengantongi surat keterangan lapor dari Kanwil Kemenag DIY untuk pelaksanaan ibadah.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul Deni Ngajis Hartono membenarkan kejadian pembubaran secara paksa tersebut. "Kejadian berawal adanya kegiatan peribadatan di GMS," katanya, Senin (25/5/2026). 

Umat Kristiani yang berada di GMS mengklaim telah mengantongi surat keterangan tanda lapor (SKTL) dari Kanwil Kemenag DIY. Maka dari itu, peribadatan di gedung tersebut boleh dilakukan. 

Baca Juga: Buntut Kebocoran Gas, DLH Sleman Minta Pabrik Es Pasang Amonia Detektor Sebelum Kembali Beroperasi

"Namun persepsi beda dengan ormas yang melakukan pembubaran, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sejatinya umat GMS telah menggelar peribadatan dengan menyewa ruangan di hotel yang berada di Sewon pada 2025 lalu. Pada waktu itu, ormas juga pernah mendatangi tempat tersebut. Namun, tidak terlalu anarkis seperti saat ini.

"Karena sewa ruangan di hotel mahal, pindah ke gudang yang ada di Glugo yang direnovasi untuk kegiatan peribadatan," tuturnya.

Baca Juga: Sebanyak 57 Bhikkhu IWFP 2026 Singgah di Jogja, Tempuh 40 Km Setiap Hari demi Pesan Perdamaian, Ada Tiga sampai Lima Jahitan di Kakinya

Pembubaran kembali terjadi di gedung yang saat ini sedang direnovasi menjadi GMS. Ia mengatakan, saat terjadi pembubaran, rencananya umat GMS akan menggelar kegiatan peribadatan sebanyak tiga sesi dan setiap sesi butuh waktu sekitar satu setengah jam.

"Tapi sebelum adanya kegiatan rombongan ormas berjumlah lebih dari 100 orang membubarkan kegiatan peribadatan," bebernya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya menggelar koordinasi dengan pihak terkait antara lain dukuh, lurah, panewu, kepolisian, FKUB, dan instansi terkait lainnya. Tujuannya untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Karena pembubaran umat peribadatan sangat sensitif sekali dan jangan sampai permasalahan ini justru bertambah keruh," terangnya.

Baca Juga: Cegah Klithih, Pemkot Jogja Berlakukan Jam Malam, Anak Nongkrong  di Atas Pukul 22.00 Langsung Digeledah

Saat Radar Jogja mencoba mendatangi gedung GMS di Padukuhan Glugo, terlihat masih banyak pekerja bangunan yang tengah melakukan renovasi. Sejumlah material bangunan tampak berada di ruangan depan.

Sementara itu, ruangan utama yang biasanya digunakan sebagai tempat peribadatan terlihat sudah tertata rapi dan proses pembangunannya telah selesai.

Di lokasi juga tampak sebuah karangan bunga bertuliskan ucapan selamat atas grand opening. Pasalnya, GMS sebenarnya berencana menggelar grand opening, namun rencana tersebut lebih dahulu diwarnai insiden pembubaran kegiatan peribadatan.

Pemilik GMS pun tidak berada di gedung tersebut. Di lokasi hanya ada Sekretaris Wilayah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia DIY Pendeta Anton Vizzeli yang kebetulan sedang mengunjungi gereja GMS. 

Baca Juga: DP3AP2 DIY Turun Tangan Buntut Kasus Kekerasan Seksual UPNVYK, Tawarkan Pendampingan Psikologis Bagi Korban

"Yang jelas, kami mendukung ibadah dan menyayangkan adanya kejadian pembubaran ibadah kemarin," katanya.

Terpisah, Dukuh Glugo Isnaniah Nur Utami belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, yang bersangkutan sedang menghadiri acara dan belum dapat memberikan respon kembali. "Maaf saya baru ada acara," tutur dia singkat. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pembubaran ibadah #jemaat GMS #Gereja Misi Sejahtera #Kantongi SKTL #Bantul