BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengadakan gerakan pangan murah di Kalurahan Ringinharjo Senin (25/5). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, serta memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menjelaskan, gerakan pangan murah dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan. "Setidaknya ada 5.445 ton total pangan dari berbagai jenis yang disediakan," jelasnya Senin (25/5).
Baca Juga: DJI Minta Posisi Jamu Tak Disalahartikan, Bisa Jadi Pendamping Obat dengan Aturan Tertentu
Terdapat beberapa sembako yang disediakan yakni beras, telur, bawang merah, Minyak, gula, tepung, dan lain-lain. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga murah di bawah harga pasaran. Gula Rp 16 ribu per kilogram, bawang merah Rp 38 ribu per kilogram, tepung Rp 7.500 per kilogram, minyak Rp 15.500 per 800 mililiter, dan telur Rp 22.500 ribu per kilogram.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, meskipun harganya lebih murah, masyarakat tidak ada yang membeli berlebihan. Sebab harga komoditas di pasaran juga relatif kondusif. "Nggak boleh borong," katanya.
Baca Juga: Ramadhipa Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona
Biasanya, kata dia, harga bahan pokok mengalami peningkatan secara signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui DKPP Bantul mengambil langkah berupa gerakan pangan murah. Tujuannya agar masyarakat masih tetap bisa membeli komoditas dengan harga yang terjangkau. "Kami pantau berbagai titik di pasar, Insyaa Allah kondisi pangan aman," jelasnya.
Dia berharap, gerakan ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pangan. "Karena pangan adalah fondasi utama bagi kehidupan dan produktifitas masyarakat," tuturnya.
Warga Riningharjo Kholifah, 45, mengaku, terbantu dengan adanya gerakan ini karena harga jauh lebih murah. "Kemarin saya beli Rp 26 ribu, di sini cuma Rp 22.500," rincinya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita