Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Catat! Peringati Gempa Bantul 2006, Dispusip Hadirkan Pameran Arsip Kebencanaan, Ini Waktunya

Cintia Yuliani • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:54 WIB
MENGENANG: Monumen gempa 2006 di Potrobayan, Srihardono, Pundong yang akan menjadi tempat pameran arsip. Cintia Yuliani/Radar Jogja
MENGENANG: Monumen gempa 2006 di Potrobayan, Srihardono, Pundong yang akan menjadi tempat pameran arsip. Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul akan menggelar pameran foto arsip gempa bumi 2006 di Monumen Gempa 2006, Potrobayan, Srihardono, Pundong.

Pameran ini untuk memperingati 20 tahun gempa 2006 di Bantul, sekaligus mengenalkan peristiwa gempa kepada generasi muda serta meningkatkan kesadaran mitigasi bencana.

“Kalau untuk refleksinya peringatan tiap tahun ada, pameran arsip baru tahun ini,” kata Plh Kepala Bidang Kearsipan Dispusip Bantul Lintang Karmayoga Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Sleman Dapat Dua Sapi Kurban Bantuan Presiden, Disembelih di Tempel dan Prambanan: Masing-Masing Berbobot Hampir 900 Kg

Foto-foto yang dipamerkan menampilkan kondisi bangunan rusak akibat gempa, kunjungan sejumlah pejabat ke Bantul pascabencana, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga proses pemulihan setelah gempa terjadi.

Sementara itu, Kepala Dispusip Bantul Dian Mutiara Sri Rahmawati mengatakan, pameran dibuka Sabtu (22/5/2026) pukul 08.00 hingga 20.00. Kegiatan ini bersamaan dengan rangkaian acara yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, seperti susur Sesar Opak, pentas seni, sarasehan penanggulangan bencana, dan cek kesehatan gratis.

“Setelah pameran di Potrobayan, 26 Mei sampai 26 Juni pameran akan dilanjutkan di gedung perpustakaan daerah Bantul,” ujarnya.

Baca Juga: Masih Dikaji! Pemprov DIY Bakal Siapkan KRL hingga Maguwo Urai Kepadatan Penumpang KA Bandara yang Terpusat di Stasiun Tugu

Menurutnya, pameran tersebut menjadi upaya mengenang memori gempa bumi Bantul 2006 yang berpusat di sekitar Potrobayan dan menelan banyak korban jiwa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut.

“Untuk refleksi ke depan jadi kita lebih aware waspada jika ada bencana jadi kaya mitigasi,” jelasnya.

Baca Juga: Realisasi Belanja Negara di Gunungkidul Capai 40 Persen, KPPN Wonosari Sebut Penerimaan Pajak Tumbuh Positif

Ia berharap pameran ini dapat membuat generasi muda dan masyarakat lebih memahami peristiwa masa lalu, meningkatkan kepedulian terhadap kesiapsiagaan bencana.

Serta mendorong pengelolaan arsip keluarga agar lebih tertib dan mudah dibawa saat terjadi keadaan darurat. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Gempa Bantul 2006 #Pameran Arsip Kebencanaan #Pundong Bantul #mitigasi bencana #Dispusip